2026 SK PP REZHIO RIZQ ADIENDRA WIBOWO 19023118 - COVER
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP REZHIO RIZQ ADIENDRA WIBOWO 19023118 - BAB 1
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP REZHIO RIZQ ADIENDRA WIBOWO 19023118 - BAB 2
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP REZHIO RIZQ ADIENDRA WIBOWO 19023118 - BAB 3
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP REZHIO RIZQ ADIENDRA WIBOWO 19023118 - BAB 4
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP REZHIO RIZQ ADIENDRA WIBOWO 19023118 - BAB 5
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP REZHIO RIZQ ADIENDRA WIBOWO 19023118 - PUSTAKA
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Bagi ekosistem keuangan digital, pemahaman mengenai penerimaan teknologi pada kelompok
digital immigrants sangat penting untuk mendorong inklusi finansial. Saat ini, kajian pembayaran
digital di Indonesia masih berfokus pada generasi muda, sehingga Generasi X kurang diteliti
meskipun memiliki daya beli tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong
perilaku dan hambatan fungsional yang memengaruhi Generasi X dalam mengadopsi QRIS di
Bandung. Mengintegrasikan teori UTAUT dan Innovation Resistance Theory, data dihimpun dari
251 pengguna aktif Generasi X dan dianalisis menggunakan PLS-SEM serta Multi-Group Analysis
pada ekosistem dompet digital utama (GoPay dan OVO). Hasil analisis menunjukkan bahwa
Social Influence menjadi pendorong utama adopsi, diikuti oleh Performance Expectancy dan
Effort Expectancy. Sebaliknya, Perceived Risk dan Complexity tidak berpengaruh signifikan, serta
tidak ditemukan perbedaan struktural signifikan antara pengguna GoPay dan OVO. Oleh karena
itu, penyedia layanan disarankan memprioritaskan pendekatan berbasis pengaruh sosial komunitas
dan kepraktisan transaksi untuk menjaga retensi pengguna usia matang
Keywords: Generasi X, QRIS, Dompet Digital, GoPay, OVO, UTAUT, IRT, PLS-SEM,
Bandung
Perpustakaan Digital ITB