digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Indonesia. Perusahaan ini memiliki prospek yang didukung oleh pemulihan industri penerbangan pasca pandemi covid-19. Walaupun demikian, banyak pekerjaan di perusahaan tersebut yang mengharuskan pekerja mempertahankan postur tubuh yang janggal. Hal tersebut menyebabkan banyaknya keluhan gangguan otot rangka (GOTRAK) pada pekerja, terutama subdivisi painting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi paparan faktor risiko ergonomi dari pekerjaan MRO di subdivisi painting serta merancang usulan intervensi ergonomi yang mampu mengurangi potensi bahaya ergonomi pada pekerjaan MRO pesawat terbang di PT X. Penelitian ini menggunakan dokumen Standar Nasional Indonesia (SNI) 9011:2021 sebagai acuan survei keluhan GOTRAK pada pekerja di subdivisi painting serta untuk mengidentifikasi pekerjaan dengan risiko ergonomi tertinggi. Berdasarkan survei tersebut, sanding merupakan pekerjaan yang berasosiasi dengan bagian tubuh yang memiliki paparan faktor risiko ergonomi tertinggi. Evaluasi lebih lanjut kemudian dilakukan dengan menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk mengidentifikasi aktivitas kritis (risiko tertinggi) dalam pekerjaan sanding. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan aktivitas mengelupas cat pesawat menggunakan sander pada bagian bawah pesawat dan mencongkel noda cat yang tersisa menggunakan pry tools pada bagian bawah pesawat memiliki skor RULA maksimal, yaitu 7. Adapun, bagian tubuh yang memiliki risiko ergonomi pada kedua aktivitas kritis tersebut adalah lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, leher, dan batang tubuh. Intervensi ergonomi berupa engineering control dirancang untuk mengurangi risiko ergonomi pada kedua aktivitas kritis di pekerjaan sanding. Tool berupa SCAMPER digunakan dalam perancangan alat bantu kedua aktivitas kritis tersebut. Penelitian ini menghasilkan rancangan alat penopang tubuh, modifikasi random orbital sander, dan modifikasi pry tool. Penggunaan alat bantu tersebut pada kedua aktivitas kritis dapat mengurangi risiko ergonomi yang sebelumnya memiliki skor RULA 7, menjadi 3.