digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Zuhaa Fachrani
PUBLIC Rita Nurainni, S.I.Pus

Gn. Tangkuban Parahu merupakan gunungapi aktif tipe stratovolkano berada di Jawa Barat, yang memiliki letusan preatik. Sejak awal abad ke-19, Gn. Tangkuban Parahu telah mengalami 22 kali peningakatan aktivitas, berupa terbentuknya fumarole, peningkatan seismisitas, dhingga terjadi letusan. Rangkaian aktivitas vulkanik yang terjadi pada tahun 2013 dan 2019 diduga berkontribusi terhadap ketebalan sedimen dikasawan gunung Tangkuban Parahu. Pada penelitian ini diterapkan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) yang memanfaatkan data mikrotremor 3 komponen untuk mengetahui distribusi frekuensi dominan dari struktur geologi bawah permukaan di sekitar Gn. Tangkuban Parahu. Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang hubungan antara struktur geologi dangkal dan mikrotremor di sekitar lingkungan vulkanik dengan memetakan ketebalan endapan vulkanik berdasarkan profil kecepatan gelombang S (Vs). Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data mikrotremor 30 stasiun seismik yang terdiri dari 5 stasiun seismik broadband dan 25 stasiun seismik temporer. Untuk penelitian tesis ini, digunakan data mikrotremor dengan durasi perekaman selama ± 24 jam dalam rentang waktu akhir 2021 – awal 2022. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan dari perangkat lunak GEOPSY untuk mendapatkan penampang kurva H/V. Parameter penting yang dihasilkan dari metode HVSR ialah frekuensi natural (f0) dan amplifikasi (A0). Proses inversi yang dilakukan dapat memberikan informasi mengenai profil Vs di bawah permukaan Gn. Tangkuban Parahu. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai f0 terendah sebesar 1,15673 Hz berada pada stasiun TPB1 dan f0 tertinggi sebesar 10,9398 Hz berada pada stasiun TPA4. Dari hasil inversi, terlihat nilai Vs30 bervariasi, berkisar antara 171,716 m/s – 332,749 m/s, dengan batuan tipe D (yang dideskripsikan sebagai tanah sedang) mendominasi dengan 29 stasiun dan satu stasiun memiliki batuan tipe E yang dideskripsikan sebagai tanah lunak.