digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Albertus Novenuno Bayu P.
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER_ALBERTUS NOVENUNO BAYU PRASTOWO.pdf
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I_ALBERTUS NOVENUNO BAYU PRASTOWO.pdf
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II_ALBERTUS NOVENUNO BAYU PRASTOWO.pdf
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III_ALBERTUS NOVENUNO BAYU PRASTOWO.pdf
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV_ALBERTUS NOVENUNO BAYU PRASTOWO.pdf
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V_ALBERTUS NOVENUNO BAYU PRASTOWO.pdf
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA_ALBERTUS NOVENUNO BAYU PRASTOWO.pdf
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN_ALBERTUS NOVENUNO BAYU PRASTOWO.pdf
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Permintaan konsumen terhadap selada semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Alih fungsi lahan menjadi non-pertanian juga menyebabkan lahan berbasis tanah menjadi semakin terbatas. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknik budidaya yang mampu meningkatkan hasil produksi head lettuce serta dapat diterapkan pada lahan sempit dan tanpa media tanah. Salah satu alternatifnya yaitu dengan cara menerapkan budidaya secara soilless. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh komposisi media tanam soilless arang sekam, cocopeat, dan pasir malang dengan sistem fertigasi tetes terhadap hasil produksi head lettuce kultivar Georgia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan rasio campuran media tanam soilless arang sekam : cocopeat : pasir malang, yaitu P0 (1:1:1), P1 (2:1:1), P2 (1:2:1), dan P3 (1:1:2) dengan masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media P2 memberikan hasil yang lebih baik untuk parameter jumlah daun, berat basah total, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, dan shoot-root ratio dibandingkan dengan perlakuan media lainnya. Walaupun demikian, analisis secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan media lainnya. Perbedaan yang cukup nyata terlihat pada diameter tajuk dan diameter pangkal batang. Diameter tajuk dan diameter pangkal batang terbesar terlihat pada media P2. Analisis secara statistik menunjukkan diameter tajukpada P0, P2, dan P3 berbeda nyata terhadap P1, serta diameter pangkal batang pada P2 berbeda nyata terhadap P1. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, perlakuan komposisi media P2 lebih baik dibandingkan dengan perlakuan media lainnya.