digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Thomas Ryanaldo
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Thomas Ryanaldo
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Thomas Ryanaldo
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Thomas Ryanaldo
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Thomas Ryanaldo
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Thomas Ryanaldo
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

Salah satu perusahaan FMCG terbesar di tanah air adalah Unilever Indonesia yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 80 tahun. Mereka telah membuktikan diri untuk menjadi yang terdepan di pasar Indonesia karena mereka memiliki penetrasi yang sangat besar bahkan di daerah pedesaan, dan mereka telah merancang sistem logistik dan rantai pasokan, terutama di pasar swalayan dan pasar tradisional. Namun, sejak tahun 2010-an, Unilever menghadapi persaingan yang sangat ketat, terutama dari pesaing lokal khususnya kategori bisnis perawatan rumah, kecantikan, dan perawatan kebersihan diri. Dalam kurun waktu 10 tahun, pangsa pasar mereka menurun hampir 3,5%, sementara produsen lokal kecil lainnya meningkatkannya hampir 7%. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan dari proses pembuatan komunikasi produk yang saat ini terjadi di dalam diskusi tinjauan regulasi dan kepatuhan klaim produk yang disebut Local Claim Forum (LCF), termasuk area perbaikan, mengusulkan rencana perbaikan untuk proses LCF, dan mengusulkan jadwal pelaksanaan untuk proses LCF dengan berpedoman pada kerangka kerja SECI (Socialization, Externalization, Combination, and Internalization). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan menggunakan analisis tematik. Studi ini menemukan bahwa 1) komunikasi yang efektif adalah bagian utama yang harus ditingkatkan dalam kerangka sosialisasi. 2) Dokumentasi pengetahuan dan informasi adalah perhatian utama yang perlu ditangani dalam kerangka eksternalisasi. 3) Pemanfaatan IT dan penyimpanan cloud digital adalah rencana aksi utama untuk meningkatkan Framework kombinasi. 4) Panduan LCF dan pelatihan tambahan diperlukan untuk meningkatkan kerangka proses internalisasi