digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Listrik merupakan sumber kebutuhan primer manusia pada zaman ini, akan tetapi proses produksi listrik yang berasal dari pembangkit listrik mengeluarkan emisi gas berbahaya yang besar. Dengan rencana pemerintah untuk ikut serta dalam rencana pembangunan bebas GRK pada tahun 2050, diperlukannya usaha untuk menurunkan emisi yang dihasilkan pembangkit listrik. Hidrogen merupakan salah satu bahan bakar yang dapat digunakan dalam menjalankan usaha ini. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan dan simulasi pembakaran campuran gas alam dan hidrogen pada PLTGU Keramasan dengan menggunakan perangkat lunak Aspen HYSYS v11. Pemodelan dan analisis secara termodinamika dilakukan dengan menggunakan dua skenario berbeda, yakni pembakaran dengan laju massa udara konstan dan pembakaran excess oksigen konstan. Analisis ekonomi juga dilakukan dalam penelitian ini untuk menentukan peluang investasi yang dilakukan ketika melakukan pembakaran campuran. Hasil analisis termodinamika menunjukkan emisi gas buang CO2 akan mengalami penurunan ketika dilakukan pembakaran campuran gas alam dan hidrogen. Akan tetapi, nilai temperatur pembakaran akan meningkat seiring peningkatan persen hidrogen yang digunakan. Sementara itu, daya pembangkit akan mengalami peningkatan meskipun nilai efisiensi dari pembangkit mengalami penurunan. Sedangkan hasil analisis ekonomi menunjukkan investasi yang dilakukan dengan menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar campuran adalah investasi yang kurang baik. Akan tetapi, penggunaan dari sistem carbon credit merupakan ide yang sangat baik untuk dilakukan karena dapat meningkatan pendapat untuk pembangkit.