digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

RUNARI.pdf
PUBLIC Lili Sawaludin Mulyadi

Pemrosesan akhir sampah di Kabupaten Cirebon saat ini dilakukan di TPA Gunung Santri dengan menggunakan sistem controlled landfill, namun karena ketidaktersediaan tanah penutup menyebabkan sistem operasional yang dijalankan adalah open dumping. Berdasarkan dokumen Masterplan Persampahan Kabupaten Cirebon tahun 2016-2036, Kabupaten Cirebon akan tetap menggunakan TPA Gunung Santri sebagai salah satu tempat pemrosesan akhir, sehingga diperlukan perluasan lahan zona landfill pada TPA Gunung Santri mengingat zona landfill saat ini sudah hampir melebihi kapasitas. Maka dari itu diperlukan penataan ulang TPA Gunung Santri berupa penambahan site baru landfill dengan skenario pemrosesan akhir sampah yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini. Analisa lokasi site landfill pengembangan pada TPA Gunung Santri berdasarkan metode SNI 03-3241-1994 diperoleh total nilai yakni 545 dari 729, sehingga nilai persentase ketercapaian dari total nilai yang ada sebesar 68,9%. Maka lokasi site landfill pengembangan dapat dikatakan layak karena persentase ketercapaiaannya >50%. Metode lain yang digunakan yakni metode Le Grand dengan situasi peringkat yang dihasilkan adalah nilai = C, artinya kemungkinan pencemaran sulit terkategori, dan derajat penerimaannya adalah “dapat diterima atau ditolak”. Agar menaikan peringkat lokasi pada metode Le Grand dan mengurangi dampak pencemaran yang mungkin terjadi pada lokasi tersebut perlu dilakukan diantaranya desain saluran drainase di sekitar lokasi, pembuatan lapisan dasar liner, perencanaan sistem pipa lindi dan instalasi pengolahan lindi.