digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Richie Fane
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengganti LPG impor dengan dimetil eter (DME). Proyek konversi DME-LPG akan diimplementasikan di 6 provinsi di Sumatra, mencakup 4 depot dan 70 titik permintaan (SPBE) pada tahun 2027 untuk perencanaan selama 20 tahun, dengan produksi yang tidak berubah sebesar 1,4 juta ton DME, yang hampir ekuivalen dengan 1 juta ton LPG. Oleh karena DME memiliki sifat yang mirip dengan LPG, infrastruktur pasokan dan distribusi LPG dapat dimanfaatkan untuk meminimasi biaya investasi. Penelitian ini ditujukan untuk membantu PT X, off-taker DME pada proye ini dan yang bertanggung jawab atas distribusi DME, untuk meminimasi: (1) biaya investasi infrastruktur transportasi, (2) biaya distribusi, dan (3) biaya tangki. Riset ini tergolong kedalam perancangan jaringan rantai pasok (SCND). Namun, dalam melakukan konfigurasi ulang rantai pasok, ada banyak variabel keputusan yang dipertimbangkan dalam penelitian ini: (1) penentuan jumlah hub yang dibutuhkan, (2) pemilihan depot yang bertindak sebagai hub dari 4 depot yang tersedia berdasarkan jumlah hub yang ditentukan, (3) penentuan kapasitas depot yang sesuai, (4) penentuan titik pasok untuk setiap depot dan titik permintaan, (5) penentuan moda transportasi, dan (6) durasi pelayanan DME untuk setiap SPBE dikarenakan produksi DME yang terbatas. Dalam pemecahan masalah, model pemrograman linier bilangan bulat campuran (MILP) dibangun untuk mencari solusi optimal, yang dapat diselesaikan dengan algoritma branch and bound untuk kasus yang kecil. Oleh karena itu, algoritma memetika yang menggunakan pencarian genetika dan intensifikasi lokal dikembangkan untuk menyelesaikan kasus dengan ukuran nyata. Hasil menunjukkan bahwa solusi terbaik memiliki total biaya 1.199.954.901 USD, dengan total DME yang dikirim adalah 27.106.617,73 ton DME, dan kapasitas depot adalah 16.241,44 MT DME, 5.355,91 MT DME, 4.230,16 MT DME, dan 4.834,92 MT DME. Solusi terbaik menggunakan jumlah hub sebanyak satu dengan Pulau Layang sebagai hub. Moda transportasi dari pabrik ke hub menggunakan pipa, moda transportasi dari hub ke depot yang lain menggunakan kapal, dan moda transportasi menuju SPBE menggunakan truk. Tiga solusi terbaik dari 520 iterasi menunjukkan konfigurasi jaringan pasokan yang konsisten. Selain jaringan pasokan, modifikasi infrastruktur dilakukan dengan mengganti segel yang biasa digunakan di jaringan LPG menjadi PTFE, gasket lembaran terkompresi, atau FFKM di sistem apapun yang kontak langsung dengan DME dikarenakan DME sangat reaktif secara kimiawi.