digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Kalvin Laurentius
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 1 Kalvin Laurentius
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Kalvin Laurentius
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Kalvin Laurentius
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Kalvin Laurentius
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Kalvin Laurentius
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Kalvin Laurentius
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Singkong merupakan tanaman umbi-umbian yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber alternatif karbohidrat. Singkong terkenal efisien dalam memanen energi surya untuk pertumbuhan dan menghasilkan umbi dengan kandungan pati yang tinggi dan produktivitas antara 40 hingga 60 ton/ha/tahun. Kandungan pati pada umbi singkong yang tinggi berpotensi digunakan sebagai bahan baku produksi senyawa bioetanol. Bioetanol merupakan senyawa hasil fermentasi glukosa oleh mikroba sebagai produk samping dari respirasi anaerobik. Proses biokonversi dari pati menjadi glukosa dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme jamur yang mampu memproduksi enzim glukoamilase. Agar bisa memproduksi etanol, maka dibutuhkan mikroorganisme yang memiliki jalur metabolisme anaerobik. Fermentasi dilakukan dengan metode substrat padat dimana proses sakarifikasi pati menjadi glukosa dan proses konversi glukosa menjadi etanol berlangsung secara simultan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh dari variasi waktu inokulasi ragi terhadap konsentrasi dari glukosa dan etanol, serta menentukan profil produktivitas glukosa dan etanol yang dihasilkan. Mikroorganisme yang dipakai adalah jamur Aspergillus awamori untuk proses sakarifikasi pati dan ragi Saccharomyces cerevisiae untuk konversi glukosa menjadi etanol. Konsentrasi glukosa yang diperoleh masih relatif kecil, yaitu sekitar 0,024 g/L hingga 0,083 g/L pada variasi waktu inokulasi pada jam ke-24 setelah penambahn ekstrak spora jamur. Untuk variasi waktu inokulasi ragi pada jam ke-0 dan jam ke-48, konsentrasi glukosa tidak dapat terbaca karena konsentrasinya yang sangat kecil. Konsentrasi etanol tertinggi sebesar 44,1 g/L diperoleh dari penambahan ragi pada jam ke-48. Produktivitas tertinggi sebesar 0,92 g/L/jam diperoleh pada kontrol di hari pertama fermentasi.