digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Meilan Irma Dani
PUBLIC Alice Diniarti


BAB 1 Meilan Irma Dani
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 2 Meilan Irma Dani
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 3 Meilan Irma Dani
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 4 Meilan Irma Dani
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 5 Meilan Irma Dani
PUBLIC Alice Diniarti

Kegiatan pertambangan di dunia, termasuk Indonesia merupakan salah satu penyumbang limbah terbanyak yang mengandung ion logam beracun seperti Fe3+, Pb2+, Mn2+, Cr2+, Cr6+ Cd2+, Ni2+, Hg2+, Zn2+, Cu2+. Limbah cair pertambangan atau yang biasa dikenal sebagai air asam tambang berpotensi mencemari lingkungan terutama pada perairan disekitar pertambangan dikarenakan terdapat ion logam berat yang teroksidasi dan tidak dapat terdegradasi secara alami bahkan dapat menetap hingga puluhan tahun. Kandungan ion logam seperti Mn2+ dan Cr6+ apabila tidak dihilangkan dapat menyebabkan keracunan kronis pada manusia dan merusak ekosistem hewan dan tumbuhan. Tujuan penelitian ini yaitu meremediasi air asam tambang yang mengandung ion logam Mn2+ dan Cr6+, menentukan kapasitas adsorpsi maksimum adsorben nanokomposit zeolit-SrO, mengkaji pengaruh pH larutan dan penambahan SrO terhadap kinetika adsorpsi serta menentukan kurva breakthrough. Adsorben nanokomposit zeolit-SrO disintesis dengan metode pengadukan dan sonikasi. Komposisi SrO sebagai pemodifikasi divariasikan pada konsentrasi 0,5%; 1%; 2%; 4% (w/w), tinggi unggun divariasikan pada 1; 1,5; 2 cm dan hasil sintesis yang diperoleh dilakukan uji kapasitas tukar kation (KTK), pHpzc serta karakterisasi fisik menggunakan SAA (Surface Area Analyzer). Proses adsorpsi dilakukan dengan menggunakan larutan model sebagai pengganti air asam tambang. Larutan model dibuat dengan konsentrasi 5, 10, 15 mg/L. %-removal terbesar adsorpsi ion logam Mn2+ adalah 90% menggunakan nanokomposit zeolit-SrO 0,5% pengadukan. Sedangkan %-removal terbesar adsorpsi ion logam Cr6+ adalah 75% menggunakan nanokomposit zeolit-SrO 0,5% sonikasi. Adsorben yang paling efektif adalah nanokomposit zeolit-SrO 0,5% pengadukan dengan kapasitas adsorpsi maksimum 1,04 mg/g pada adsorpsi Mn2+. Isoterm Langmuir dapat merepresentasikan adsorpsi Mn2+ dan Cr6+ dengan baik dan pseudo second order dapat merepresetasikan kinetika adsorpsi dengan baik. Sedangkan pada kurva breakthrough diperoleh bahwa semakin tinggi unggun adsorben maka exhaust time semakin meningkat.