Penurunan konsolidasi primer pada tanah lunak senantiasa diikuti dengan
penurunan konsolidasi sekunder (creep) dengan besaran tertentu. Dengan asumsi
creep memiliki presentase yang cukup kecil jika dibandingkan dengan penurunan
konsolidasi primer, creep menjadi masalah apabila terjadi penurunan konsolidasi
primer yang sangat besar.
Prediksi akurat terhadap perilaku deformasi creep menjadi sangat penting karena
desain geoteknik sebagian besar didorong oleh batas kemampulayanan. Metode
perhitungan konvensional tidak memperhitungkan time-dependent strain pada
tanah lunak sehingga hasil perhitungan tidak dapat mencapai akurasi yang
dibutuhkan.
Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap beberapa model konsitutif
elastoviskoplastik dimana perilaku rate-dependent diperhitungkan dalam
penentuan respon tegangan-regangan. Analisi dilakukan guna memprediksi
perilaku creep untuk setiap model konstitutif. Model konstitutif yang digunakan
dalam analisis terdiri atas Soft Soil Creep (SSC) dan Kinematic Hardening
Modified Cam-Clay (KHMCC). Selain itu, dilakukan pula analisis terhadap model
Soft Soil (SS) untuk melihat perbedaan antara model konstitutif rate-independent.
Perpustakaan Digital ITB