digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK ZUMROTUN NISA
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

Penurunan konsolidasi primer pada tanah lunak senantiasa diikuti dengan penurunan konsolidasi sekunder (creep) dengan besaran tertentu. Dengan asumsi creep memiliki presentase yang cukup kecil jika dibandingkan dengan penurunan konsolidasi primer, creep menjadi masalah apabila terjadi penurunan konsolidasi primer yang sangat besar. Prediksi akurat terhadap perilaku deformasi creep menjadi sangat penting karena desain geoteknik sebagian besar didorong oleh batas kemampulayanan. Metode perhitungan konvensional tidak memperhitungkan time-dependent strain pada tanah lunak sehingga hasil perhitungan tidak dapat mencapai akurasi yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap beberapa model konsitutif elastoviskoplastik dimana perilaku rate-dependent diperhitungkan dalam penentuan respon tegangan-regangan. Analisi dilakukan guna memprediksi perilaku creep untuk setiap model konstitutif. Model konstitutif yang digunakan dalam analisis terdiri atas Soft Soil Creep (SSC) dan Kinematic Hardening Modified Cam-Clay (KHMCC). Selain itu, dilakukan pula analisis terhadap model Soft Soil (SS) untuk melihat perbedaan antara model konstitutif rate-independent.