digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Desain peledakan pada beberapa tambang hanya menggunakan pendekatan empiris (R.L Ash atau Konya) sebagai acuan perhitungannya, dan dilakukan trial and error untuk mendapatkan fragmentasi yang diinginkan. Fragmentasi yang optimum dibutuhkan agar tidak terdapat ukuran fragmen yang terlalu besar (dibutuhkan secondary blasting atau rock breaker) maupun ukuran fragmen yang terlalu kecil (perolehan volume berkurang) yang dapat menurunkan produktivitas tambang. Oleh karena itu dibutuhkan metode optimasi untuk menghasilkan nilai fragmentasi, nilai keseragaman butir, dan PPV yang optimum. Salah satu metode optimasi adalah dengan menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm (MOGA) dengan nilai fragmentasi rata-rata, uniformity index, dan PPV sebagai objective function sehingga diperoleh desain peledakan yang mampu menghasilkan nilai fragmentasi yang optimum secara cepat dengan nilai fitness value yang kecil (<0,5) sehingga dibuat penelitian dengan judul “Optimasi Desain Peledakan Jenjang Menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm (MOGA)” Didapatkan nilai dari masing-masing burden, spasi, subdrill, dan stemming untuk masing-masing lokasi dan excavator yang digunakan dengan menggunakan aplikasi optimasi MOGA yang telah dibuat hingga fitness value < 0,5 dengan waktu yang relatif cepat (rata-rata 1 detik). Validasi data menunjukkan rata-rata nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) antara rumus Kuz-Ram dengan metode image analysist dengan aplikasi split-desktop dengan menggunakan data pada salah satu tambang emas di Sumbawa Barat adalah 3,22% yang berarti model Kuz-Ram baik untuk menghitung nilai fragmentasi batuan hasil peledakan. Terdapat perbedaan hingga 1,7 meter pada desain peledakan yang digunakan oleh salah satu tambang emas di Sumbawa Barat terhadap desain peledakan hasil optimasi, desain hasil optimasi memberikan burden dan spasi yang lebih lebar, sehingga lebih menguntungkan.