Desain peledakan pada beberapa tambang hanya menggunakan pendekatan empiris (R.L Ash atau
Konya) sebagai acuan perhitungannya, dan dilakukan trial and error untuk mendapatkan
fragmentasi yang diinginkan. Fragmentasi yang optimum dibutuhkan agar tidak terdapat ukuran
fragmen yang terlalu besar (dibutuhkan secondary blasting atau rock breaker) maupun ukuran
fragmen yang terlalu kecil (perolehan volume berkurang) yang dapat menurunkan produktivitas
tambang.
Oleh karena itu dibutuhkan metode optimasi untuk menghasilkan nilai fragmentasi, nilai
keseragaman butir, dan PPV yang optimum. Salah satu metode optimasi adalah dengan
menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm (MOGA) dengan nilai fragmentasi rata-rata,
uniformity index, dan PPV sebagai objective function sehingga diperoleh desain peledakan yang
mampu menghasilkan nilai fragmentasi yang optimum secara cepat dengan nilai fitness value yang
kecil (<0,5) sehingga dibuat penelitian dengan judul “Optimasi Desain Peledakan Jenjang
Menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm (MOGA)”
Didapatkan nilai dari masing-masing burden, spasi, subdrill, dan stemming untuk masing-masing
lokasi dan excavator yang digunakan dengan menggunakan aplikasi optimasi MOGA yang telah
dibuat hingga fitness value < 0,5 dengan waktu yang relatif cepat (rata-rata 1 detik). Validasi data
menunjukkan rata-rata nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) antara rumus Kuz-Ram
dengan metode image analysist dengan aplikasi split-desktop dengan menggunakan data pada
salah satu tambang emas di Sumbawa Barat adalah 3,22% yang berarti model Kuz-Ram baik untuk
menghitung nilai fragmentasi batuan hasil peledakan. Terdapat perbedaan hingga 1,7 meter pada
desain peledakan yang digunakan oleh salah satu tambang emas di Sumbawa Barat terhadap desain
peledakan hasil optimasi, desain hasil optimasi memberikan burden dan spasi yang lebih lebar,
sehingga lebih menguntungkan.
Perpustakaan Digital ITB