digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Almira Amalia
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 1 Almira Amalia
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 2 Almira Amalia
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 3 Almira Amalia
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 4 Almira Amalia
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 5 Almira Amalia
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

PUSTAKA Almira Amalia
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

2021 TA PP ALMIRA AMALIA_LAMPIRAN.pdf]
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

2021 TA PP ALMIRA AMALIA_JURNAL.pdf)u
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

Pulau kecil merupakan salah wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, di antaranya peningkatan curah hujan, peristiwa cuaca ekstrem, dan kenaikan permukaan laut. Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung merupakan satusatunya pulau kecil berpenduduk namun belum terdapat penelitian yang menujukan dan tingkat resiliensi komunitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat resiliensi komunitas di Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung terhadap dampak perubahan iklim. Metode pengumpulan data primer dengan observasi, penyebaran kuesioner dan wawancara. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan kajian dari berbagai dokumen dan data statistik. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, serta analisis pembobotan. Penilaian resiliensi komunitas menggunakan delapan elemen resiliensi komunitas yaitu elemen tata kelola, sosial-ekonomi, manajemen sumber daya alam, guna lahan, pengetahuan risiko, peringatan dini dan evakuasi, tanggap darurat serta pemulihan. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 100 responden diketahui bahwa dampak perubahan iklim yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Pulau Pasaran adalah peningkatan curah hujan, kenaikan permukaan laut dan peningkatan cuaca ekstrem. Berdasarkan identifikasi elemen resiliensi, resiliensi komunitas masih rendah. Elemen resiliensi bernilai tinggi adalah guna lahan (3,50), dan nilai sedang dimiliki oleh elemen tata kelola (2,75) dan elemen sosial ekonomi (2,5). Sedangkan elemen manajemen sumber daya alam (1,75) dan peringatan dini dan evakuasi (2,00) memiliki nilai rendah. Selain itu, nilai sangat rendah dimiliki elemen pengetahuan risiko (0,75), pemulihan (0,75) dan tanggap darurat (0,25). Hasil ini mengindikasikan bahwa resiliensi komunitas terhadap dampak perubahan iklim masih rendah, terutama dalam dimensi manajemen bencana. Beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan resiliensi komunitas Pulau Pasaran di antaranya adalah melakukan analisis kajian kebencanaan, melakukan adaptasi perubahan iklim seperti diversifikasi pekerjaan ataupun pemanfaatan teknologi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.