digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Iftitahul Lu'ayyi Li Ulinnuha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Iftitahul Lu'ayyi Li Ulinnuha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Iftitahul Lu'ayyi Li Ulinnuha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Iftitahul Lu'ayyi Li Ulinnuha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Iftitahul Lu'ayyi Li Ulinnuha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Iftitahul Lu'ayyi Li Ulinnuha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Iftitahul Lu'ayyi Li Ulinnuha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia adalah negara dengan garis pantai mencapai 99.000 km. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan, salah satunya adalah garam. Namun, produksi garam di Indonesia masih tergolong rendah sehingga perlu mengimpor garam dari luar negeri. Selain itu, garam lokal masih belum memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena adanya pengotor pada garam sehingga kemurniannya masih rendah. Maka dari itu, diperlukan teknologi khusus mengenai pemurnian garam. Pada penelitian ini, diteliti proses pemurnian garam dengan metode hidroekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh garam dengan kemurnian tinggi sampai memenuhi standar garam industri. Garam K3 dimurnikan menggunakan metode hidroekstraksi batch. Variasi perbandingan F:S yang dilakukan adalah sebesar 1:20, 1:30, dan 1:40. Variasi waktu hidroekstraksi dilakukan pada 10, 20, dan 30 menit. Garam hasil hidroekstraksi kemudian diuji untuk mengetahui kadar NaCl serta pengotornya. Hasil percobaan dibandingkan dengan hasil simulasi. Berdasarkan percobaan, diperoleh persentase mass loss untuk setiap run di bawah 5%. Diperoleh kadar NaCl pada garam dengan nilai tertinggi 98,44%, serta kadar pengotor dengan kadar terendah 0,096% untuk Ca2+ dan 0,311% untuk Mg2+.