Desalinasi air laut merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi
masalah kekurangan air bersih dengan mengolah air laut menjadi air tawar. Salah satu
teknologi desalinasi air laut terbaru adalah teknologi membran dengan driving force
perbedaan tekanan uap, seperti membran distilasi (MD). Namun, penggunaan umpan air
laut dapat menyebabkan terjadinya biofouling pada MD. Hal ini disebabkan oleh adanya
lapisan biofilm yang dihasilkan oleh mikroba air laut, sehingga kinerja MD berkurang
seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah
dilakukan pada membran berbasis tekanan, biofouling dapat dikendalikan melalui
perlakuan secara kimiawi dan fisik. Akan tetapi, metode-metode tersebut belum teruji
dalam mengendalikan biofouling pada MD.
Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai perlakuan yang tepat dalam
mengendalikan biofouling pada MD dengan konfigurasi Vacuum Membran Distillation
(VMD) dengan umpan suspensi Pseudomonas aeruginosa dalam air laut buatan.
Perlakuan secara kimiawi dilakukan menggunakan NaOH, dan perlakuan fisik dilakukan
dengan air backwashing. Waktu percobaan adalah 6 jam, dengan variasi frekuensi dan
durasi perlakuan, serta tekanan udara yang digunakan dalam air backwashing. Untuk
mengetahui dampak tiap perlakuan, dilakukan beberapa analisis yaitu analisis fluks,
konduktivitas, morfologi membran, hidrofobisitas, dan kuantifikasi biofouling.
Hasil analisis SEM tidak menunjukkan adanya lapisan biofilm pada membran, yang
mengindikasikan bahwa biofouling terbentuk disebabkan oleh keberadaan Soluble
Microbial Products (SMP). Selain itu, dari seluruh analisis yang telah dilakukan
diperoleh perlakuan kimia terbaik adalah ketika frekuensi perlakuan setiap 4 jam dan
durasi 10 menit. Perlakuan fisika terbaik adalah frekuensi perlakuan setiap 4 jam, durasi
10 detik, dan tekanan udara 1 bar. Perlakuan kimia lebih efektif dibandingkan perlakuan
fisika dalam mengendalikan biofouling, dimana perlakuan yang terlalu sering dapat
menyebabkan kerusakan pada struktur membran sehingga mempercepat wetting.
Perpustakaan Digital ITB