digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2016_TS_PP_MARIA_MARSELINA_BAY_1-COVER.pdf
Terbatas agus slamet
» ITB

Salah satu penyebab menurunnya produksi pisang adalah penyakit darah (blood disease) yang disebabkan oleh bakteri Blood disease bacterium (BDB). Transmisi penyakit ini diduga dipercepat oleh aktivitas serangga pengunjung bunga tanaman pisang yang berpindah dari tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat. Salah satu serangga pengunjung bunga pisang yang diduga sebagai vektor penyebaran penyakit ini adalah serangga Trigona sp dari ordo Hymenoptera. Kesintasan serangga Trigona sp ketika terinfeksi bakteri ini disebabkan karena aktifnya mekanisme sistem imun tubuhnya. Sistem imun serangga terdiri dari sistem imun selular dan humoral, yang mana secara umum sistem imun akan melibatkan aktifasi peran sel-sel darah (hemosit). Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktifasi sistem imun dari serangga vektor Trigona sp. ketika terinfeksi bakteri penyebab penyakit darah tersebut. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Uji Hayati Serangga, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung, pada bulan Januari- Agustus 2016. Serangga uji diperoleh dari Peternakan Trigona Kampung Cibeusi, Ciater Subang, Jawa Barat. Penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor tunggal, yaitu jumlah sel bakteri. Infeksi patogen mikrobial (Blood disease bacterium dan Escherechia coli) dilakukan dengan metode natural infection (infeksi alami) melalui sistem oral infeksi, dengan jumlah sel bakteri yang berbeda yaitu : 4.8 x 109 (P1), 9.5 x 109 (P2), 14.2 x 109 (P3), 19 x 109 (P4). Sebelum diinfeksi, serangga uji dipuasakan selama 2-3 jam dengan tujuan memaksimalkan proses makan serangga uji. Kultur bakteri yang akan diinfeksikan dicampur dengan larutan sukrosa 5 %. Lama infeksi divariasikan yaitu 4, 8, 12 dan 24 jam. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 5 jenis hemosit pada larva Trigona sp, yaitu plasmatosit, prohemosit, sel sperul, granulosit dan oenositoid, dengan jumlah hemosit terbanyak adalah granulosit sebanyak 44 % dan prohemosit sebanyak 26 %. Terjadi peningkatan unit aktifitas PO pada setiap waktu infeksi. Lama infeksi 4 jam, infeksi bakteri BDB jumlah PO yang dihasilkan tertinggi yaitu 0,19 unit/mg protein pada perlakuan P4, infeksi E.coli PO yang dihasilkan tertinggi yaitu 0,82 unit/mg protein pada perlakuan P3. Lama infeksi 8 jam, ii infeksi bakteri BDB : 0,33 unit/mg protein pada perlakuan P3, infeksi E.coli : 0,26 unit/mg protein pada perlakuan P2 dan P4. Lama infeksi 12 jam, infeksi bakteri BDB : 0,18 unit/mg protein, infeksi E.coli : 1,87 pada perlakuan P2. Lama infeksi 24 jam, infeksi BDB : 025 unit/mg protein, infeksi E.coli : 1,14 pada perlakuan P1. Uji aktifitas antimikroba dari ekstrak supernatan Trigona sp yang diujikan dengan metode sumuran, menunjukkan daya hambat minimum sebesar 1,9 cm terhadap bakteri BDB dan tidak menunjukkan daya hambat minimum pada bakteri E. coli Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat 5 tipe sel darah (hemosit) serangga Trigona sp yaitu, prohemosit, plasmatosit, oenositoid, sel sperul dan garnulosit. Infeksi bakteri BDB dan E.coli menginduksi terjadinya respon humoral Trigona sp yang ditandai dengan meningkatnya unit aktifitas phenoloksidase dan adanya sintesis peptida antibakteri