digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2016_TA_PP_YETTY_PRABAWATIE_1-_COVER.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_YETTY_PRABAWATIE_1-_BAB_1.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_YETTY_PRABAWATIE_1-_BAB_2.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_YETTY_PRABAWATIE_1-_BAB_3.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_YETTY_PRABAWATIE_1-_BAB_4.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_YETTY_PRABAWATIE_1-_BAB_5.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan


Jagung merupakan makanan pokok penduduk Nusa Tenggara Timur selain padi. Kebutuhan jagung nasional terus meningkat, sedangkan produksi jagung dalam negeri belum mampu mengimbanginya. Adanya variasi iklim turut menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas jagung. Oleh karena itu menarik untuk mengkaji hubungan variabilitas iklim terhadap produktivitas jagung di Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini, analisis regresi dan Uji Kecocokan (Goodness of Fit) digunakan untuk melihat hubungan antara produktivitas jagung dengan variabilitas iklim. Selain itu, dilakukan simulasi hasil produktivitas jagung dengan menggunakan data iklim observasi untuk melihat kedekatan antara data riil dan data simulasi. Variabel iklim yang digunakan adalah curah hujan, anomali SST Nino 3.4, anomali indeks Osilasi Selatan (SOI), indeks monsun Australia, indeks kekeringan pertanian, indeks banjir pertanian, dan indeks cuaca pertanian. Hasil analisis regresi dan Uji Kecocokan (Goodness of Fit) menunjukkan bahwa curah hujan, anomali SST Nino 3.4, dan indeks banjir adalah variabel iklim yang memiliki korelasi kuat dan signifikan terhadap produktivitas jagung. Hasil simulasi produktivitas jagung dengan menggunakan data observasi memperlihatkan kedekatan model, dengan korelasi sebesar 0,822 dan RMSE sebesar 0,56. Selain itu hasil verifikasi prediksi produktivitas jagung tahun 2014-2015 terhadap data sebenarnya yang dikeluarkan BPS menunjukkan bahwa nilai prediksi underestimated dengan galat sebesar 6,7% untuk 2014 dan 2,8% untuk 2015. Hasil prediksi menggunakan persamaan analisis regresi multivariat untuk tahun 2014 sebesar 2.426 Kg/Ha dan untuk 2015 sebesar 2.458 Kg/Ha dengan data produktivitas jagung.