Malinau 410 merupakan salah satu Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang menggunakan mesin motor bakar 2-stroke dengan menggunakan sistem karburator. Sistem tersebut membuat mesin UAV akan mengalami kekurangan bahan bakar ketika tekanan udara lingkungan rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem berupa Electronic Fuel Injection (EFI) untuk melakukan penyemprotan bahan bakar. Sistem EFI sendiri dikontrol dengan menggunakan sebuah Engine
Control Unit (ECU). ECU bertujuan untuk mengatur timing serta durasi penyemprotan dari injektor.
Untuk melakukan proses kontrol dalam ECU, dibutuhkan input berupa parameter lingkungan dan mesin. Parameter tersebut dapat dibaca dengan menggunakan beberapa sensor, yaitu Manifold Air Temperature (MAT), Cylinder Head Temperature (CHT), Manifold Air Pressure (MAP), Hall Effect Sensor, Throttle Position Sensor (TPS), dan Lambda Sensor. Sensor MAT bertujuan untuk mengukur parameter suhu lingkungan, sensor CHT digunakan untuk memonitor suhu di luar silinder mesin, sensor MAP digunakan untuk mengukur tekanan udara sekitar, sensor Hall Effect digunakan untuk menentukan nilai kecepatan
putaran mesin, sensor TPS digunakan untuk mengamati bukaan throttle, dan sensor lambda digunakan untuk mengamati nilai perbandingan dari udara dan bahan bakar yang dihasilkan dari pembakaran mesin, sehingga sensor ini dapat menjadi umpan balik (feedback) dari sistem yang dibuat. Keenam sensor tersebut dilakukan perancangan secara hardware dan software, serta dilakukan kalibrasi dan pengujian sehingga didapatkan performa sensor yang optimum. Seluruh sensor tersebut nantinya akan dikirim dan diolah datanya menggunakan
mikrokontroler Arduino Mega 2560.
Perpustakaan Digital ITB