digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2018_TA_PP_DENISA_SHOFIHATUL_QOLBY_1-_COVER.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_DENISA_SHOFIHATUL_QOLBY_1-_BAB1.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_DENISA_SHOFIHATUL_QOLBY_1-_BAB2.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_DENISA_SHOFIHATUL_QOLBY_1-_BAB3.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_DENISA_SHOFIHATUL_QOLBY_1-_BAB4.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_DENISA_SHOFIHATUL_QOLBY_1-_BAB5.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan


Senyawa bahan alam telah menjadi sumber senyawa yang penting untuk pencarian senyawa aktif obat. Sebagian besar obat dari senyawa bahan alam berasal dari tumbuhan. Indonesia diakui sebagai negara terkaya di dunia dalam keragaman dan jumlah tumbuhan obat. Indonesia memiliki 7000 spesies tumbuhan obat dan 940 spesies diantaranya telah diidentifikasi memiliki sifat obat. Salah satu tumbuhan yang diketahui memiliki beberapa sifat farmakologis dan penelitiannya masih terbatas adalah tumbuhan Garuga. Garuga merupakan salah satu genus dari famili Burseraceae yang memiliki 615 spesies dan tersebar di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua New Guinea, India, Bangladesh, Australia Utara dan Amerika. Genus ini diketahui mengandung metabolit sekunder utama golongan siklik diarilheptanoid dan memiliki bioaktivitas beragam yaitu sebagai antikanker, sitotoksik, antibakteri, antioksidan, antidiabetes dan antiinflamasi. Salah satu spesies Garuga yang tumbuh di Indonesia adalah Garuga floribunda. Dari penelitian sebelumnya, hanya satu senyawa telah dilaporkan dari jaringan kulit batang G. floribunda dan jaringan daunnya secara kualitatif diketahui mengandung flavonoid, polifenol, antrakuinon dan terpenoid. Oleh karena itu, pada penelitian ini telah dilakukan isolasi metabolit sekunder pada jaringan kulit batang G. floribunda dan karakterisasi struktur dari senyawa yang telah berhasil diisolasi. Isolasi metabolit sekunder dilakukan melalui beberapa tahap yaitu serbuk kulit batang diekstraksi dalam suhu kamar (maserasi) dengan pelarut aseton sehingga diperoleh ekstrak aseton. Selanjutnya, ekstrak aseton difraksinasi dan dimurnikan dengan berbagai metode kromatografi meliputi kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi radial (KR) dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Penentuan struktur senyawa hasil isolasi dilakukan berdasarkan data spektroskopi 1D-NMR (1H-NMR dan 13C-NMR) dan 2D-NMR (HSQC dan HMBC). Empat senyawa murni telah berhasil diisolasi dari ekstrak aseton kulit batang G. floribunda. Empat senyawa murni tersebut telah dikarakterisasi strukturnya dan disarankan sebagai senyawa golongan siklik diarilheptanoid, yaitu garugamblin I (1), 9’-desmetilgarugamblin I (2), Gf-3 (3) dan garuganin I (4). Senyawa 1, 2 dan 4 merupakan siklik diarilheptanoid tipe difenil eter dan senyawa 3 merupakan siklik diarilheptanoid tipe bifenil. Senyawa 3 disarankan merupakan senyawa siklik diarilheptanoid tipe bifenil baru. Sementara itu, senyawa 1 telah dilaporkan dari kulit batang G. floribunda dan varietasnya (G. gamblei), senyawa 2 telah diisolasi dari kulit batang G. pinnata serta senyawa 4 juga telah ditemukan pada G. pinnata dan G. gamblei.