digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kekuatan massa batuan sangat diperlukan didalam kegiatan penambangan seperti penggalian, peledakan dan penyanggaan. Perlu diketahui bahwa kekuatan massa batuan juga dapat ditentukan secara tidak langsung dari uji di laboratorium, seperti uji kuat tekan uniaksial, uji triaksial dan uji kuat geser. Kekuatan batuan yang diperoleh dari uji di laboratorium ditentukan oleh beberapa parameter uji dan ukuran contoh. Ukuran contoh dapat mempengaruhi kekuatan dari batuan yang diuji. Untuk mengetahui adanya penurunan kekuatan yang dipengaruhi oleh ukuran contoh batuan, maka dilakukan uji triaksial di laboratorium untuk berbagai ukuran contoh. Pada penelitian ini, pengujian dilakukan dengan menggunakan batupasir berdiameter 54 mm dan 100 mm yang dilakukan dalam dua kondisi pengujian yaitu kondisi natural dan kondisi jenuh. Kuat tekan uniaksial untuk contoh batupasir dalam kondisi natural berdiameter 54 mm memiliki σc = 14 MPa, dan yang berdiameter 100 mm memiliki σc = 10,15 MPa), sedangkan kuat tekan uniaksial untuk contoh batupasir dalam kondisi jenuh berdiameter 54 mm memiliki σc = 9,15 MPa, dan yang berdiameter 100 mm memiliki σc = 6,51 MPa). Untuk melakukan uji triaksial diperlukan minimal 3 buah contoh batupasir pada setiap ukuran diameter contoh, dengan tegangan pemampatan yang diberikan berbeda-beda pada setiap contoh batupasir. Tegangan pemampatan yang diberikan adalah berdasarkan persentase dari kuat tekan uniaksial contoh batupasir, yaitu 25%σc, 50%σc, dan 75%σc. Kriteria keruntuhan yang digunakan adalah kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb dan kriteria keruntuhan Hoek-Brown. Hasil yang diperoleh dari uji triaksial dalam penelitian ini menunjukkan adanya efek skala pada batupasir berdiameter 54 mm dan 100 mm baik dalam kondisi natural maupun kondisi jenuh, dimana semakin besar ukuran contoh batupasir, maka kekuatan batupasir akan menurun. Dan hasil yang diperoleh berdasarkan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb dan Hoek-Brown, juga menunjukan adanya pengaruh skala pada batupasir. Hal tersebut terjadi karena dengan semakin besarnya ukuran contoh batuan, probabilitas adanya bidang diskontinu akan semakin meningkat sehingga akan menurunkan kekuatan batuan serta parameter-parameter kekuatan batuan seperti kohesi (c), sudut gesek dalam (φ), dan kosntanta Hoek-Brown (mi).