2008 TS PP BERNADETA FARIDA WIDYANINGRUM 1-COVER.pdf
2008 TS PP BERNADETA FARIDA WIDYANINGRUM 1-BAB 1.pdf
2008 TS PP BERNADETA FARIDA WIDYANINGRUM 1-BAB 2.pdf
2008 TS PP BERNADETA FARIDA WIDYANINGRUM 1-BAB 3.pdf
2008 TS PP BERNADETA FARIDA WIDYANINGRUM 1-BAB 4.pdf
2008 TS PP BERNADETA FARIDA WIDYANINGRUM 1-BAB 5.pdf
2008 TS PP BERNADETA FARIDA WIDYANINGRUM 1-PUSTAKA.pdf
Perkembangan teknologi citra satelit resolusi tinggi memudahkan upaya identifikasi objek seperti bangunan, jalan dan objek alam lainnya tanpa melakukan kontak langsung dengan obyek. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi pada citra yaitu dengan melakukan ekstraksi fitur. Ekstraksi dapat diartikan sebagai suatu proses mengambil informasi yang diinginkan dari citra. Salah satu metode untuk ekstraksi objek pada citra dalam bidang computer vision adalah snake active contour model, yang merupakan alternatif dan metode yang berguna untuk ekstraksi objek yang terstruktur atau takterstruktur pada citra digital. Penelitian ini mencoba mengaplikasikan snake active contour model untuk ekstraksi objek bangunan dari citra Quickbird. Penelitian ini melakukan modifikasi untuk ekstraksi multi objek khususnya objek bangunan dari citra Quickbird. Pada penelitian ini juga melakukan uji pengaruh inisialisasi dan pengaruh bobot fungsi energi untuk mendapatkan algoritma yang sesuai sehingga dapat memberikan hasil yang cukup baik. Penilaian kaulitas hasil ekstraksi objek bangunan menggunakan snake active contour model yaitu dengan membandingkan dengan data digitasi on screen sebagai data referensi, meliputi kualitas keseluruhan (Overall Quality) 100%, kebenaran (correctness) 100%, kelengkapan (completeness) 100%, kualitas keserupaan dengan standard deviasi 0.1276 m2 dan standard deviasi kualitas lokasi 2.527 m.
Perpustakaan Digital ITB