Article Details

PEMILIHAN METODE PENGGALIAN YANG OPTIMUM UNTUK TEROWONGAN KEMBAR JALAN TOL YOGYAKARTA-BAWEN

Oleh   Rexy Timothy Motoh [12118083]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Simon Heru Prassetyo, S.T., M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Pertambangan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
Subjek :
Kata Kunci : Terowongan Yogyakarta-Bawen, top heading and bench, three-bench seven-step excavation, side drift, deformasi vertikal, strength factor
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani  
File : 7 file
Tanggal Input : 22 Sep 2022

Generic placeholder image
BAB 1 Rexy Timothy Motoh

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Rexy Timothy Motoh

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Rexy Timothy Motoh

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Rexy Timothy Motoh

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Rexy Timothy Motoh

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
PUSTAKA Rexy Timothy Motoh

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Terowongan Kembar Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan dibangun di Dusun Kragan, Desa Losari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dengan panjang 490-510 m. Terowongan ini direncanakan memiliki dimensi yang besar (20,18 m x 13,7 m) dan menembus material tanah lunak hingga tanah sedang. Pada penelitian ini, 3 metode penggalian bertahap akan dianalisis untuk mendapatkan metode penggalian yang optimum. Ketiga metode penggalian tersebut adalah kombinasi antara metode top heading and bench dan side drift (Metode 1), metode three-bench seven-step (Metode 2), dan metode side drift (Metode 3). Pemodelan numerik 2D dilakukan terhadap ketiga metode tersebut dengan menggunakan penampang melintang di STA 20+435 yang merupakan lokasi dengan ketebalan tanah penutup terbesar. Hasil dari pemodelan tersebut menunjukkan bahwa deformasi vertikal dari Metode 3 adalah yang paling kecil (3 cm) dibandingkan dengan dua metode lainnya (5 cm). Setiap metode memiliki zona plastis yang minimum serta terbentuk arch effect yang dekat dengan batas penggalian. Selain itu, ketiga metode penggalian tersebut memiliki strength factor diatas 1,5, sehingga telah memenuhi nilai keamanan minimum untuk penggalian terowongan berdasarkan KEPMEN ESDM 1827K/MEM/2018. Hasil ini menunjukkan bahwa ketiga metode penggalian yang dianalisis dapat digunakan untuk penggalian Terowongan Yogyakarta-Bawen. Walaupun demikian, metode yang paling optimum untuk digunakan adalah Metode 3, yaitu metode side drift.