digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fathan Rozani
PUBLIC Open In Flipbook Resti Andriani

BAB 1 Fathan Rozani
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Fathan Rozani
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Fathan Rozani
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Fathan Rozani
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Fathan Rozani
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Fathan Rozani
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Fathan Rozani
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Gas CO2 sebagai salah satu komponen gas vulkanik dapat terlepas dari magma melalui kawah gunung api yang aktif ataupun terjadi secara difusi pada area di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi ada atau tidaknya difusi gas CO2 pada kawasan kaldera Gunung Batur, Bali berdasarkan konsentrasi gas tanah, radon, dan gas-gas terlarut pada air manifestasi. Pengukuran konsentrasi gas radon dilakukan secara langsung di lapangan dan pengujian konsentrasi gas tanah dilakukan menggunakan Gas Chromatography. Pengujian konsentrasi gas CO2 terlarut dilakukan menggunakan Total Alkalinity Test dari sampel air manifestasi yang ada pada daerah penelitian. Konsentrasi CO2 dalam gas tanah bernilai antara 480-774 ppm dan konsentrasi gas radon bernilai antara 120-1887,5 Bq/m3. Konsentrasi CO2 terlarut bernilai antara 5,28-5150,96 ppm dan konsentrasi gas radon terlarut bernilai antara 0-1173,46 Bq/m3. Analisis konsentrasi gas radon mengindikasikan adanya zona permeabel pada sisi utara dan selatan kaldera, dan zona tidak permeabel pada area sekitar kawah hingga dasar kaldera. Keberadaan zona permeabel tidak berkorelasi dengan konsentrasi gas CO2. Konsentrasi rata-rata gas CO2 dalam gas tanah bernilai lebih tinggi daripada konsentrasi gas CO2 di atmosfer dan beberapa area vulkanik lainnya, sehingga dapat diprediksi adanya difusi gas CO2 pada kaldera Gunung Batur, namun tidak dapat diketahui seberapa banyak gas CO2 yang berasal dari magma dan seberapa laju difusivitasnya.