Article Details

ANALISIS KPBU, SUKUK, DAN SWF SEBAGAI ALTERNATIF SKEMA PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR DI INDONESIA

Oleh   Roby Arlan [29020040]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ahmad Danu Prasetyo, S.T., M.S.M., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SBM - Sains Manajemen
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen
Subjek :
Kata Kunci : kunci: Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha; KPBU; Pendanaan Infrastruktur; Sukuk Berbasis Proyek; Indonesia; Sovereign Wealth Fund; SWF; Monte Carlo; Nilai Untuk Uang.
Sumber :
Staf Input/Edit : Wiwik Istiyarini  
File : 1 file
Tanggal Input : 04 Agu 2022

Penelitian ini akan menganalisis rencana pendanaan infrastruktur untuk menentukan opsi mana yang paling menguntungkan. Karena investasi infrastruktur sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur mendorong pertumbuhan ekonomi. Ekonomi yang tidak efisien dihasilkan dari infrastruktur yang buruk. Perusahaan yang tidak mampu membelinya mungkin akan dikenakan biaya yang besar. Ukuran kepulauan Indonesia dan populasi membuat sulit untuk membubarkan pembangunan. Untuk mempercepat pembangunan, pemerintah telah menetapkan baseline untuk pembelian infrastruktur ekonomi. Pemerintah tidak bisa mandiri membiayai proyek infrastruktur. Semua kendala ini, ditambah sumber daya pemerintah yang terbatas, membuat pemerintah menggunakan pembiayaan sektor swasta untuk infrastruktur. Di Indonesia, tiga model pendanaan melibatkan keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur. Ini termasuk PPP, PBS, dan Sovereign Wealth Fund (SWF). Setiap rencana memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengkaji dan meneliti mana yang terbaik untuk proyek infrastruktur pemerintah. Analisis sensitivitas, analisis Monte Carlo, dan analisis value-for-money dapat membandingkan strategi pendanaan yang ada. Kata kunci: Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha; KPBU; Pendanaan Infrastruktur; Sukuk Berbasis Proyek; Indonesia; Sovereign Wealth Fund; SWF; Monte Carlo; Nilai Untuk Uang.