digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Biodiesel merupakan senyawa ester yang dibuat dari alkohol dan minyak melalui reaksi transesterifikasi. Reaksi transesterifikasi membutuhkan katalis agar reaksi lebih optimal. Katalis pada proses produksi biodiesel komersial yang saat ini digunakan secara luas adalah katalis basa homogen. Namun, menimbulkan masalah seperti sulit untuk melakukan proses pemurnian produk dan biaya produksi relatif tinggi. Oleh karena itu, digunakan katalis basa heterogen karena dapat meningkatkan aktivitas reaksi dan juga lebih mudah untuk dipisahkan dari produk hasil reaksi salah satunya adalah katalis alkali/zeolit. Dalam penelitian ini digunakan alkali berupa CaO dari cangkang telur, zeolit Y, dan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku produksi biodiesel. Terdapat dua tahapan proses untuk memproduksi biodiesel yaitu preparasi katalis dan reaksi sintesis biodiesel. Preparasi katalis terdiri dari kalsinasi cangkang telur yang sudah dihaluskan pada temperatur 900????????C selama 2 jam, hidrasi campuran CaO dan Zeolit selama 6 jam pada temperatur 60????????C, dan kalsinasi katalis CaO/Zeolit pada temperatur 650????????C selama 4 jam. Reaksi sintesis biodiesel menggunakan reaksi transesterifikasi dengan metanol pada temperatur 60????????C selama 3 jam. Variasi dilakukan pada kadar CaO dalam katalis, jumlah loading katalis, dan rasio metanol/minyak. Analisis sampel biodiesel dilakukan dengan menguji nilai angka asam, angka penyabunan, kadar gliserol total, kadar gliserol bebas, dan kadar ester sesuai prosedur SNI. Karakterisasi katalis CaO/Zeolit dilakukan menggunakan uji TPD dan XRD. Kombinasi ketiga variabel variasi terbaik yaitu dengan kadar CaO dalam katalis sebesar 50%, jumlah loading katalis sebesar 6%, dan rasio metanol/minyak senilai 12:1 yang menghasilkan nilai angka asam, angka penyabunan, kadar gliserol total, kadar gliserol bebas, dan kadar ester berturut-turut sebesar 0,28; 117,11; 0,23; 0,0138; dan 96,24%. Hasil TPD menunjukkan bahwa penambahan CaO dalam katalis berhasil menurunkan sifat keasaman katalis. Hasil XRD menunjukkan bahwa penambahan CaO dalam katalis menyebabkan rusaknya kristal zeolit Y sehingga menurunkan derajat kristalinitas dari zeolit Y.