Article Details

POTENSI PENGEMBANGAN BLUE-GREEN INFRASTRUCTURE (BGI) SEBAGAI SOLUSI BANJIR KOTA BEKASI

Oleh   Cecilia Nonifili Yuanita [15418001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Saut Aritua Hasiholan Sagala, S.T., M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : Banjir, Mitigasi Banjir, Blue-Green Infrastructure, Bahaya dan Kerentanan Banjir, Ruang Hijau-Biru.
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 8 file
Tanggal Input : 23 Jun 2022

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Indonesia. Kepadatan penduduk tinggi mendorong peningkatan daerah terbangun, sehingga badan air, daerah resapan, dan kapasitas drainase berkurang dan intensitas banjir semakin tinggi. Salah satu kota yang rawan banjir adalah Kota Bekasi. Dengan padatnya Kota Bekasi, resapan air semakin menurun dan luasan permukiman meningkat signifikan. Sistem drainase konvensional dan daerahnya yang cenderung datar juga menyebabkan rawannya banjir tiap tahunnya. Blue-Green Infrastructure (BGI) adalah mitigasi banjir berbasis alam yang dapat diterapkan pada lingkungan yang padat dengan mengintegrasikan ruang biru (badan air) dan ruang hijau (vegetasi) ke dalam ruang kota. BGI juga dapat menyimpan air untuk dimanfaatkan kembali. Namun, penerapannya masih minim di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi pengembangan BGI sebagai solusi banjir di Kota Bekasi. Analisis kuantitatif dan kualitatif dikombinasikan untuk melihat karakteristik banjir, keterkaitan ruang hijau-biru dengan ruang abu dan populasi, serta potensi BGI yang tepat untuk tiap daerahnya. Bahaya dan kerentanan yang tinggi, ketersediaan ruang hijau-biru yang terbatas, dan orientasi pada mitigasi struktural menunjukkan diperlukannya BGI di Kota Bekasi. Namun, masih ditemui berbagai tantangan dalam menerapkannya. Di lain sisi, terdapat beberapa faktor pendorongnya. Potensi BGI tiap daerah tetap harus memperhatikan solusi banjir eksisting beserta pemeliharaannya agar pengendalian banjir dapat dengan baik dilakukan.