Article Details

PENGARUH NILAI AMBANG BATAS TERHADAP HASIL SEGMENTASI PEMBULUH DARAH CITRA RETINA BERBASIS HYSTERESIS THRESHOLDING

Oleh   Siti Janatun [18315027]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Tati Latifah Erawati Rajab;Astri Handayani, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : STEI - Teknik Biomedis
Fakultas : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Subjek :
Kata Kunci : segmentasi, pembuluh darah, citra fundus retina, hysteresis thresholding.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-09-27 19:41:15

Deteksi awal kelainan pada saraf mata sangat penting dalam penanganan awal dan pencegahan kebutaan, terutama pada orang-orang usia produktif. Orang-orang yang terdeteksi penyakit seperti glaukoma, hipertensi dan retinopati diabetic dapat dengan cepat melakukan pengobatan awal. Saat ini, salah satu cara untuk melakukan identifikasi terhadap kelainan saraf mata adalah dengan melakukan segmentasi pada citra fundus retina. Hal ini dikarenakan morfologi pembuluh darah pada gambar fundus retina dapat dijadikan sebagai indikator penting penyakit tersebut. Keakuratan segmentasi pembuluh darah retina mempengaruhi kualitas analisis citra retina yang digunakan dalam metode diagnosis dalam oftalmologi modern. Analisis citra retina biasanya melibatkan segmentasi pembuluh darah, segmentasi cakram optik, dan segmentasi fovea untuk mendeteksi dan menganalisis setiap kelainan. Peningkatan kontras adalah salah satu langkah penting dalam proses segmentasi pembuluh darah retina. Keakuratan segmentasi tergantung pada konsistensi kontras pada gambar. Selain itu, untuk mensegmentasi pembuluh darah retina, pendekatan analisis tekstur dapat digunakan. Untuk segmentasi pembuluh darah retina, data yang digunakan berupa data citra fundus retina dari DRIVE dengan 20 set data latih dan 10 set data uji. Pada penelitian ini, digunakan metode thresholding yakni hysteresis thresholding untuk melakukan segmentasi.