Article Details

DESAIN CHASSIS RINGAN YANG MAMPU MENAHAN PEMBEBANAN STATIK, DINAMIK DAN TABRAK DEPAN

Oleh   Setya Wisnu Aprialdi [23619005]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Sigit Puji Santosa, MSME;Dr. Ir. Leonardo Gunawan;Dr. Bentang Arief Budiman, S.T., M.Eng.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTMD - Teknik Dirgantara
Fakultas : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Subjek :
Kata Kunci : chassis, pembebanan statik, frekuensi natural, tabrak depan, metode elemen hingga, alumunium ekstrusi
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-28 15:47:13

Generic placeholder image
ABSTRAK Setya Wisnu Aprialdi

Terbatas
» ITB


Salah satu jenis kendaraan bermotor yang mempunyai jumlah korban kecelakaan yang besar adalah bus. Kendaraan bus konvensional yang berbahan bakar Internal Combustion Engine (ICE) memiliki dampak negatif yaitu polusi udara. Polusi udara dapat dikurangi dengan mengganti moda transportasi menjadi kendaraan bus listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang chassis bus listrik berbasis baja menjadi chassis bus listrik berbasis alumununium ekstrusi, yang dapat menahan beban statik operasi, dinamik dan tabrak depan. Pada penelitian ini, dilakukan rancang ulang chassis bus listrik berbasis material alumunium ekstrusi. Kemudian dilakukan simulasi pembebanan statik operasi, dinamik dan tabrak depan. Simulasi dilakukan dengan menggunakan komputasi numerik berbasis metode elemen hingga, setelah itu model divalidasikan dengan membandingkan hasil simulasi dengan eksperimen. Setelah dilakukan simulasi pembebanan statik, dinamik dan tabrak depan, diperoleh desain chassis alumunium yang memenuhi kriteria dari ketiga analisis tersebut, yaitu desain chassis alumunium penampang square channel dengan ketebalan 5 mm. Hasil simulasi pembebanan statik pada desain tersebut diperoleh Von-Mises stress yang terjadi sebesar 87,43 MPa, mempunyai nilai 32 % lebih rendah dibandingkan kekuatan material alumunium tersebut yang artinya ketika chassis tersebut menerima beban operasi maksimal chassis tetap aman. Dari simulasi frekuensi natural diperoleh nilai frekuensi natural chassis alumunium pada 10 modus pertama lebih besar dibandingkan pada chassis baja, yang artinya chassis alumunium lebih kaku dibandingkan chassis baja. Pada simulasi tabrak depan, diperoleh hasil deformasi baterai pada desain chassis alumunium sebesar 2,7 mm dimana batas keamanan deformasi sebesar 6 mm. Jika chassis alumunium dibandingkan dengan chassis baja yang mempunyai berat 328 kg, desain chassis alumunium mempunyai berat 154 kg yang 47 % lebih ringan dibandingkan chassis alumunium. Dengan demikian, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat mengurangi biaya pembuatan struktur dan meningkatkan efisiensi kendaraan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan struktur.