Kopi Robusta merupakan salah satu jenis tanaman kopi yang ditanam pada
sekitar 80% areal perkebunan kopi Indonesia. Dalam lingkup mikro, usahatani kopi
Robusta memberikan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan usahatani kopi
Arabika. Petani dengan usahatani kopi Arabika tentunya memiliki pendapatan yang
lebih besar dari petani dengan usahatani kopi Robusta. Untuk meningkatkan harga
jual dari kopi Robusta dapat dilakukan melalui proses peningkatan kualitas kopi
Robusta menjadi fine Robusta melalui perbaikan pengolahan paskapanen serta
melibatkan aktivitas mikroba predominan yang berperan penting dalam proses
fermentasi kopi dan tentunya menentukan kualitas biji kopi Robusta yang
dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengisolasi dan mengidentifikasi
mikroba predominan, melakukan penapisan mikroba yang berperan dalam
fermentasi kopi berdasarkan aktivitas enzimatis dan melakukan optimasi
fermentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu isolasi dan
identifikasi mikroba yang terlibat dalam proses paskapanen kopi honey Robusta.
Kemudian dilakukan penapisan mikroba berdasarkan aktivitas enzimatisnya
(amilolitik, pektinolitik, selulolitik dan proteolitik). Setelah itu dibuat kurva
pertumbuhan dari mikroba terpilih untuk menentukan umur inokulum untuk
digunakan dalam proses optimasi fermentasi. Proses optimasi fermentasi dilakukan
penambahan inokulum terpilih dengan variasi perbandingan inokulum dan lama
waktu fermentasi. Green bean kopi hasil optimasi fermentasi dengan pemrosesan
honey kemudian di roasting dan dilakukan cupping test untuk mengetahui kualitas
kopi berdasarkan nilai cuppingnya.
Hasil isolasi dengan pemrosesan honey diperoleh 13 isolat bakteri (B1, B2,
B3, B7, B8, B9, B10, B12, B13, B14, B15, B16 dan B18) dan 7 isolat ragi (Y1, Y2,
Y3, Y4, Y7, Y9 dan Y10). Berdasarkan dominansi isolat dan hasil uji enzimatis,
isolat B3, B12, Y2 dan Y3 terpilih untuk dijadikan kultur starter. Isolat B3 memiliki
aktivitas enzim pektinase, selulase dan amilase, isolat B12 memiliki aktivitas enzim
protease, isolat Y2 memiliki aktivitas enzim pektinase, selulase, amilase dan
protease, sedangkan isolat Y3 memiliki aktivitas enzim pektinase dan amilase.
Optimasi fermentasi pada penelitian ini menggunakan variasi perbandingan
inokulum bakteri berbanding ragi 1:1, 1:2, dan 2:1 serta variasi lama waktu
fermentasi 0 jam, 6 jam dan 12 jam dan pada kelompok kontrol dilakukan
fermentasi tanpa penambahan inokulum. Kadar pH pada seluruh perlakuan
menunjukan pola yang sama yaitu menurun saat proses fermentasi 6 jam dan 12
jam (pH ~4) dan meningkat secara perlahan saat proses pengeringan (pH ~7). Hasil
optimasi secara umum menunjukan bahwa starter kultur (B3, B12, Y2 dan Y3) yang
ditambahkan terbukti mendominasi komunitas mikroba pada fermentasi honey kopi
Robusta. Selama fermentasi, jumlah komuntas mikroba semakin meningkat namun
keanekaragamannya semakin rendah. Jumlah komunitas bakteri tertinggi terdapat
pada perlakuan C1 dengan variasi perbandingan inokulum bakteri (B3, B12)
berbanding ragi (Y2, Y3) (1:2) dan lama waktu fermentasi 0 jam. Sedangkan
jumlah sel ragi tertinggi terdapat pada perlakuan B2 dengan variasi perbandingan
inokulum bakteri (B3, B12) berbanding ragi (Y2, Y3) (1:2) dan lama waktu
inkubasi 6 jam. Pada 48 jam pengeringan setelah penambahan inokulum, jumlah
sel bakteri dan ragi mengalami peningkatan. Pada 192 jam hingga hari ke 288 jam
pengeringan, jumlah komunitas mikroba mengalami penurunan. Pada 240 jam
hingga 288 jam pengeringan hanya ditemukan komunitas ragi dan komunitas
bakteri sudah tidak ditemukan. Berdasarkan hasil cupping test diketahui bahwa
penggunaan kultur starter mikroba selama proses optimasi dengan perbandingan
bakteri (B3, B12) berbanding ragi (Y2, Y3) 1:2, lama waktu fermentasi 6 jam, profil
roasting medium (Medium Grade), profil grinding medium-coarse (20 mesh)
dengan suhu penyeduhan 93 oC dapat dijadikan sebagai satndar karena berhasil
memproduksi honey kopi Robusta berkualitas fine dengan profil citarasa dan aroma
yang dihasilkan yaitu corn, caramel, orange dan sweet serta cupping skor mencapai
81,75.
Perpustakaan Digital ITB