Article Details

PENGARUH TEGANGAN LISTRIK DAN TEMPERATUR PADA ANODISASI PADUAN MAGNESIUM AZ31B DAN PENGUJIAN KETAHANAN KOROSINYA DI LARUTAN RINGER

Oleh   Said Fatkhan Alaydrus [13716001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Asep Ridwan Setiawan, S.T., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTMD - Teknik Material
Fakultas : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Subjek :
Kata Kunci : Anodisasi, Magnesium, Lapisan Oksida
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-16 14:36:49

Generic placeholder image
ABSTRAK Said Fatkhan Alaydrus

Terbatas
» ITB


Magnesium merupakan salah satu material yang digunakan sebagai implan karena memiliki sifat yang ringan, kuat serta biokompatibel di dalam tubuh manusia. Kelebihan magnesium ini tidak menjadikannya pilihan utama sebagai implan pada umumnya karena sifat ketahanan korosinya yang sangat buruk. Oleh sebab itu dibutuhkan modifikasi permukaan pada magnesium agar dapat menurunkan sifat korosifnya. Proses modifikasi permukaan dilakukan dengan anodisasi. Anodisasi dilakukan dengan menggunakan larutan elektrolit campuran laurutan Ca(OH)2 dan NaOH dengan parameter proses voltase anodisasi 8V, 10V dan 15V. Anodisasi dilakukan selama 30 menit diikuti dengan sealing. Perlakuan anodisasi akan menghasilkan lapisan oksida yang akan menjadi lapisan pembatas reaksi langsung antara larutan korosif dengan magnesium. Oleh sebab itu dilakukan simulasi untuk mengetahui distribusi lapisan oksida hasil anodisasi pada berbagai temperatur. Pada penelitian ini didapat hasil bahwa penambahan voltase anodisasi efektif memperlambat laju korosi magnesium dan proses sealing akan semakin memperlambat laju korosi magnesium. Voltase anodisasi 15V menunjukan laju korosi yang paling rendah menandakan lapisan oksida yang terbentuk merupakan lapisan yang paling tebal. Simulasi distribusi lapisan oksida juga menunjukkan bahwa semakin rendah temperatur akan semakin rata permukaan lapisan oksida.