Article Details

ISOLASI, SELEKSI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENDOFIT KELOR (MORINGA OLEIFERA) YANG BERPOTENSI MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN

Oleh   Nadhilah Gitarani [10615042]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Pingkan Aditiawati, MS;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Biologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : bakteri endofit, Moringa oleifera, produksi IAA, fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-16 09:03:20

Generic placeholder image
ABSTRAK Nadhilah Gitarani

Terbatas
» ITB


Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang dikenal memiliki banyak vitamin dan mineral serta senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan dan antimikroba. Senyawa yang bermanfaat dari kelor ini dapat diperoleh dari mikroba endofit di dalamnya. Penelitian mengenai bakteri endofit kelor umumnya berfokus pada potensi antimikroba yang dimilikinya. Tujuan penelitan ini adalah mengisolasi, menyeleksi dan mengidentifikasi bakteri endofit kelor (M. oleifera) untuk potensinya sebagai plant growth promoting bacteria (PGPB) yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman. Bakteri endofit diisolasi dari bagian akar dan batang kemudian diseleksi melalui uji respon hipersensitif dan aktivitas hemolisis untuk mendapatkan bakteri non-patogen. Selanjutnya dilakukan uji pelarutan fosfat, fiksasi nitrogen, aktivitas selulolitik dan amilolitik, serta kemampuan produksi indole-3-acetic acid (IAA). Bakteri yang memiliki aktivitas terbaik diidentifikasi dengan sekuens 16S rRNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 bakteri yang berhasil diisolasi dan seluruhnya menunjukkan hasil negatif terhadap uji respon hipersensitif. Sedangkan pada uji aktivitas hemolisis terdapat 4 isolat (A1, A2, A4, A5) yang positif. Tujuh isolat yang berhasil diseleksi kemudian diuji kembali menghasilkan 2 isolat (A3, B2) dapat melarutkan fosfat, 3 isolat (A6, B1, B4) dapat memfiksasi nitrogen, 3 isolat (B1, B2, B3) memiliki aktivitas amilolitik, dan 2 isolat (AB1, B1) memiliki aktivitas selulolitik. Uji produksi IAA menunjukkan isolat B1 menghasilkan IAA paling tinggi yaitu 29,95 ppm. Identifikasi dengan sekuens 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat B1 diduga adalah Curtobacterium herbarum strain CA18. Simpulan penelitian ini didapatkan isolat B1 (C. herbarum strain CA18) yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman karena memiliki kemampuan fiksasi nitrogen, memiliki aktivitas amilolitik dan selulolitik, serta menghasilkan IAA.

Cari