Article Details

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (OCIMUM AMERICANUM L.) TERHADAP TUKAK LAMBUNG TIKUS WISTAR BETINA YANG DIINDUKSI STRES

Oleh   Manta Hanni Maryam [11610004]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Maria Immaculata Iwo;Cindra Tri Yuniar, M. Si., Apt.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Farmasi Klinik dan Masyarakat
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : -
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-07 11:01:40

Tukak lambung terjadi akibat ketidakseimbangan faktor agresif dan defensif dalam lambung, serta berisiko menimbulkan pendarahan bahkan perforasi. Tukak lambung dapat terjadi akibat infeksi Helicobacter pylori, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan jangka panjang obat-obat NSAID, dan stres. Lambung merupakan salah satu target utama kerusakan organ akibat stres. Kemangi banyak dibudidayakan di Indonesia, yang secara tradisional digunakan untuk mengobati batuk, radang, dan nyeri pada rematik. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa daun kemangi memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, analgesik, dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek daun kemangi dalam mencegah dan menyembuhkan tukak lambung pada hewan uji yang diinduksi stres. Bahan aktif daun kemangi diisolasi dengan cara refluks dalam pelarut etanol 96%. Uji preventif tukak lambung dilakukan dengan memberikan ekstrak etanol daun kemangi dosis 150 dan 250 mg/kg secara oral selama tiga hari. Vitamin E dengan dosis 50 mg/kg digunakan sebagai pembanding. Hewan uji yaitu tikus Wistar betina diinduksi stres dengan metode imersi dalam air dan dikorbankan untuk diamati organ lambungnya. Pada uji kuratif, pemberian ekstrak dan pembanding vitamin E 100 mg/kg dilakukan selama 7 hari setelah induksi stres. Parameter indeks tukak (IT) ditentukan melalui nilai rataan skor jumlah tukak (RSJT) dan rataan skor diameter tukak (RSDT). Pada kedua uji, kelompok kontrol positif menunjukkan IT tertinggi yaitu sebesar 18,4 pada uji preventif dan 19,6 pada uji kuratif, dimana RSJT dan RSDT berbeda signifikan terhadap kelompok normal (p