Article Details

KAJIAN KARAKTERISTIK THERMAL FRONT DI PERAIRAN SEKITAR PULAU BALI MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT DAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS)

Oleh   Rosalita Elstefani [12915014]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Susanna, S.Si., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Oseanografi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Suhu Permukaan Laut, Thermal Front, MODIS, Durasi, Intensitas
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-03 11:19:42

Generic placeholder image
ABSTRAK Rosalita Elstefani

Terbatas
» ITB


Suhu Permukaan Laut (SPL) merupakan salah satu parameter oseanografi yang penting diketahui dalam kajian – kajian yang terkait dengan fenomena oseanografi seperti thermal front. Front memiliki peranan yang penting dalam produktifitas perairan laut karena cenderung membawa bersama – sama air yang dingin dan kaya akan nutrient. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji karakteristik Thermal Front di beberapa wilayah perairan sekitar Pulau Bali yang mencakup durasi dan intensitas kekuatan front dengan menggunakan data citra satelit dan teknik Geographic Information System (GIS). Data penelitian merupakan data primer berupa data citra satelit Aqua MODIS Level-3 dengan resolusi spasial 0,05o x 0,05o yang dicuplik bulanan dari Januari 2013 – Desember 2017. Analisa data menggunakan algoritma Single Image Edge Detection (SIED). Hasil pengolahan data SPL di Perairan Bali menunjukkan suhu permukaan laut mengalami variasi dan fluktuasi berdasarkan pola musiman, dimana pada terjadi penurunan SPL terendah sebesar 26,34oC pada Musim Barat tepatnya pada bulan Agustus 2015, sedangkan kenaikan maksimum nilai SPL sebesar 31,55oC terjadi pada tahun 2016 tepatnya pada bulan Maret. Rendahnya SPL di tahun 2016 diduga terkait dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudera Hindia dengan nilai Dipole Mode Index (DMI) yang ekstrim positif pada September 2015 dengan nilai anomali DMI sebesar 0,94oC. Selain itu dipengaruhi juga oleh fenomena ENSO di Samudera Pasifik dengan nilai Ocean Nino Index (ONI) yang ekstrim porsitif pada November 2015 dengan nilai anomali ONI sebesar 2,91oC. Pola musiman juga mempengaruhi durasi dan intensitas rata – rata kejadian thermal front, dengan nilai karakteristik pada tahun 2013 sebesar 2,1oC untuk intensitas threshold maksimum selama tujuh bulan. Pada bulan 2015, thermal front ditemukan pada perairan Selatan Lombok dengan intensitas maksimum sebesar 2,0oC selama delapan bulan, sedangkan pada tahun 2016 durasi kejadian thermal front berkurang menjadi pendek hanya ditemukan lima bulan dengan besarnya nilai intensitas berkisar antara 0,6o – 1,2oC.