Article Details

INTERPRETASI TERINTEGRASI DARI HASIL INVERSI DATA TDEM DENGAN DATA GEOFISIKA LAIN PADA LAPANGAN GUNDIH, JAWA TENGAH

Oleh   Waskito Aji [22318002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Warsa, S.Si., M.T.;Dr. Eko Januari Wahyudi, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTTM - Teknik Geofisika
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek :
Kata Kunci : inversi, resistivitas, tdem
Sumber :
Staf Input/Edit :  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-01-08 09:21:03

Metode time domain electromagnetic (TDEM) merupakan salah satu metode elektromagnetik dalam geofisika. Metode TDEM memanfaatkan fenomena penjalaran gelombang elektromagnetik untuk melakukan karakterisasi kondisi bawah permukaan bumi. Metode TDEM dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang diantaranya delineasi struktur dalam eksplorasi minyak dan gas, eksplorasi air tanah, hingga eksplorasi geotermal.Pada penelitian ini, metode TDEM diterapkan pada suatu lapangan minyak di Cepu, Jawa Timur yang akan dijadikan sebagai tempat pelaksanaan proyek carbon capture and storage (CCS). Metode TDEM akan coba digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan dari zona reservoar yang bakal dijadikan tempat untuk melakukan injeksi dari proyek CCS. Digunakan inversi non – linier pada data TDEM untuk mendapatkan struktur resistivitas. Penulis menggunakan metode inversi differential evolution untuk melakukan inversi pada data TDEM. Metode inversi differential evolution merupakan teknik pencarian global yang sifatnya population – based. Keuntungan dari penggunaan teknik inversi pendekatan global yangsifatnya population – based adalah memungkinkan untuk melakukan eksplorasi ruang model secara lebih baik karena langsung mencoba beberapa calon model sekaligus. Implikasinya penggunaan inversi differential evolution tidak mudah terjebak solusi pada minimum lokal ketika dibandingkan terhadap teknik inversi pendekatan lokal. Ketika inversi diterapkan pada data Lapangan Gundih, hasil yang didapatkan mampu mengidentifikasi 3 zona resistivitas berturut – turut dari paling atas ke bawah yaitu zona resistivitas relatif tinggi, zona resistivitas relatif rendah, dan zona resistivitas relatif tinggi. Selanjutnya, hasil dari metode geofisika lain diintegrasikan dalam proses analisi dan interpretasi. Berdasarkan integrasi yang dilakukan, dapat teridentifikasi beberapa formasi batuan pada daerah penelitian, dengan setiap formasi memiliki resistivitas yang tidak homogen yang kemungkinan diakibatkan tidak homogennya jenis batuan penyusun dalam suatu formasi batuan.