Article Details

PENGARUH BAHAN BAKU DAN JENIS AGEN TRANSPARAN PADA PROSES PRODUKSI SABUN PADAT TRANSPARAN

Oleh   Syafira Pramesti [14515033]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof.Ir. Yazid Bindar M.Sc., Ph.D. ; Dr. Megawati Zunita S.Si., M.Si. ; Elvi Restiawaty, S.T., PDEng., Ph.D.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTI - Teknik Bioenergi dan Kemurgi
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek :
Kata Kunci : Minyak Kelapa, Minyak Kelapa Sawit, Minyak Nyamplung, Gula Pasir, Gliserin.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-12 14:48:32

Generic placeholder image
ABSTRAK Syafira Pramesti

Terbatas
» ITB


Sabun merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi antara basa natrium atau kalium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani. Sabun umumnya diproduksi menggunakan asam lemak atau minyak yang dapat dikonsumsi misalnya minyak sawit, minyak kelapa, minyak kedelai, atau minyak kacang tanah. Karakteristik asam lemak atau minyak, jumlah soda kaustik (NaOH atau KOH), serta air akan menentukan kualitas sabun. Sabun transparan adalah sabun berbentuk batang yang memiliki karakteristik tembus pandang karena pengaruh penambahan agen transparan. Penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan sabun dengan komposisi jenis minyak yaitu minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak nyamplung serta penambahan gliserin dan larutan gula pasir untuk memproduksi sabun padat transparan. Karatkerisasi yang dilakukan terhadap sabun adalah uji transparansi sabun, uji kadar air, uji kestabilan busa serta uji kekerasan sabun. Hasil uji transparansi menunjukkan bahwa jenis minyak dengan penambahan agen transparan yang memiliki nilai transparansi tinggi yaitu minyak campuran yang terdiri dari 60% massa minyak kelapa sawit, 25% massa minyak kelapa serta 15% massa minyak nyamplung dengan rasio penambahan gula terhadap gliserin 1:1, minyak kelapa sawit dengan rasio penambahan gula terhadap gliserin 3:1, serta minyak kelapa dengan rasio penambahan gula terhadap gliserin 1:2 dan 1:3. Kadar air yang terdapat dalam sabun menurut standar SNI maksimal 15%. Sabun yang dihasilkan tidak memenuhi standar SNI karena memiliki kadar air lebih tinggi. Kadar air sabun hasil percobaan yang memiliki kadar air paling kecil adalah sabun bahan baku minyak kelapa sawit dengan rasio penambahan gula terhadap gliserin dan kadar air 3:1 dengan nilai 30%. Minyak dengan karakteristik busa yang stabil dan kekerasan yang tinggi adalah minyak kelapa. Pembobotan dilakukan untuk menyeleksi kualitas sabun berdasarkan karakterisasi yang dilakukan. Sabun transparan dengan kualitas baik dan memenuhi kriteria adalah minyak kelapa sawit dengan rasio penambahan gula terhadap gliserin 2:1, 1:2 serta 1:3 dan minyak campuran yang terdiri dari 60% massa minyak kelapa sawit, 25% massa minyak kelapa serta 15% massa minyak nyamplung.