Article Details

TAMAN BUDAYA MALANG DI KEDUNGKANDANG, MALANG

Oleh   Andyani Putri Kinanti [15213034]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Indah Widiastuti, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Taman budaya, Kedungkandang, Kesenian tradisional Malang
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 10 Jul 2019

Generic placeholder image
BAB 1 Andyani Putri Kinanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Andyani Putri Kinanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Andyani Putri Kinanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Andyani Putri Kinanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Andyani Putri Kinanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 6 Andyani Putri Kinanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 7 Andyani Putri Kinanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Taman Budaya Malang merupakan fasilitas seni dan budaya yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan akan wadah berkesenian dan tempat transfer wawasan budaya . Taman Budaya Malang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Malang dan akan dibangun di Kota Malang, tepatnya di Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang. Taman budaya ini dirancang dengan pendekatan-pendekatan yang merujuk pada karakteristik kesenian tradisional khas Malang dan kesenian tradisional Jawa Timur pada umumnya yang berkembang di Kota Malang, yaitu kesenian Reog, Ludruk, Ketoprak, Wayang Kulit, Wayang Orang, serta seni tari yaitu Tari Beskalan, Tari Grebeg Wiratama, Tari Bedayan, Tari Topeng, dan Tari Remo. Dengan mengeksplorasi karakteristik kesenian-kesenian tersebut, taman budaya ini diharapkan akan mengilhami spirit budaya Jawa yang sudah aja sejak lama, serta menjadi wadah untuk mentransfer wawasan mengenai kesenian-kesenian tradisional Jawa. Taman budaya ini dibangun di atas lahan seluas 45.000 m2 yang di dalamnya terdiri atas beberapa massa bangunan untuk memenuhi kebutuhan kesenian khas Malang dan kesenian Jawa Timur di Malang, yang masing-masing kesenian tersebut memiliki ciri khas tersendiri. Namun keseluruhan bangunan dan lanskap tersebut tetap merepresentasikan budaya Jawa di Malang secara keseluruhan.