Article Details

ANALISIS POTENSI GEMPA IMBAS PADA KEGIATAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN JATIGEDE, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT

Oleh   Risna Jefriani [22011309]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Imam Achmad Sadisun, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek : Economic geology
Kata Kunci : bendungan, gempa imbas, beban air, tekanan pori, tegangan, kekuatan
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 2019-02-12 14:29:19

Proses pengisian air pada reservoir buatan manusia (waduk) dapat memicu terjadinya peningkatan aktivitas seismik. Peningkatan aktivitas seismik ini dikenal dengan istilah gempa imbas. Gempa imbas terjadi dalam kisaran magnitudo yang bervariasi, dari M 6, pada selang kedalaman 1 – 2 km, 3 – 4 km serta kelompok kedalaman 4 – 6 km. Kejadian gempa imbas merupakan mekanisme yang kompleks, meliputi serangkaian respons waduk terhadap beban air. Potensi terjadinya gempa imbas tergantung pada berbagai hal, seperti ketinggian bendungan, kondisi geologi, dan kapasitas reservoir air. Penelitian dilakukan pada Kegiatan Pembangunan Bendungan Jatigede yang secara regional dari stratigrafi terdiri dari Anggota Batupasir (Tomcl) dari Formasi Cinambo; Anggota Breksi Vulkanik (Tmhl) dan Anggota Batupasir (Tmhu) dari Formasi Halang, Formasi Breksi Terlipat (Qob), Formasi batuan Vulkanik Muda (Qvu) serta Satuan Aluvium, dengan struktur geologi berupa lipatan dan sesar geser yang ada di badan bendungan. Data dalam penelitian terdiri dari parameter berat jenis, rasio Poisson, koefisien gesek, modulus geser, permeabilitas dan kecepatan gelombang P. Persamaan umum yang menjadi dasar antara lain persamaan poroelastik, kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb, persamaan aliran air media berpori, persamaan Fourier, dan persamaan-persamaan dasar lainnya, dengan memperhatikan respons terhadap beban air, perubahan tekanan pori, dan laju aliran serta tegangan terhadap perubahan – perubahan yang terjadi. Beban air yang didapatkan dari proses pengisian waduk berpengaruh terhadap kenaikan tegangan. Beban air juga mempengaruhi penurunan pori dari material yang ada di bawah bendungan sehingga tekanan pori juga mengalami kenaikan. Peningkatan tegangan dan tekanan pori tersebut yang membuat nilai kekuatan menjadi turun. Potensi gempa imbas sendiri diketahui dari penurunan nilai kekuatan yang didahului dengan kenaikan nilai tekanan pori dan kenaikan nilai tegangan, yaitu pada periode pengisian tahap I, satu hari sejak pengisian pertama iv dilakukan. Hal ini dikuatkan dengan melihat hasil perhitungan bahwa kombinasi dari respons elastik dan difusi tekanan pori memperbesar potensi perubahan tegangan dan kekuatan yang berimbas pada peningkatan seismisitas.