Article Details

PEMURNIAN DAN IDENTIFIKASI BIOPIGMEN DARI MIKROALGA LAUT NITZSCHIA CLOSTERIUM

Oleh   Hasti Asfarina [10509008]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Santi Nurbaiti;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : biopigmen, mikroalga laut, Nitzschia closterium, pemurnian biopigmen
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 2019-02-11 14:43:54

Generic placeholder image
2013_TA_PP_HASTI_ASFARINA_1-COVER.pdf

Generic placeholder image
2013_TA_PP_HASTI_ASFARINA_1-BAB1.pdf

Generic placeholder image
2013_TA_PP_HASTI_ASFARINA_1-BAB2.pdf

Generic placeholder image
2013_TA_PP_HASTI_ASFARINA_1-BAB3.pdf

Generic placeholder image
2013_TA_PP_HASTI_ASFARINA_1-BAB5.pdf


Biopigmen atau zat pewarna alami merupakan bahan yang penting dalam industri pangan (makanan dan minuman) ataupun non pangan (obat-obatan, kosmetika, dan farmasi). Nitzschia closterium, mikroalga laut diatom (Bacillariophyceae), merupakan salah satu mikroalga yang berpotensi sebagai sumber berbagai macam biopigmen. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memurnikan dan mengidentifikasi biopigmen dari mikroalga laut N.closterium. Penelitian yang dilakukan meliputi produksi biomassa mikroalga, pemanenan mikroalga, ekstraksi biopigmen menggunakan pelarut aseton, pemurnian biopigmen menggunakan kromatografi kolom, dan identifikasi biopigmen menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), spektrofotometri sinar tampak, dan spektrofotometri inframerah, serta uji kemurnian menggunakan KLT 2 dimensi. Kerapatan biomassa rata-rata yang diperoleh dari pemanenan setelah 6 hari kultivasi adalah 1,67 g/L. Ekstrak kasar biopigmen dipisahkan menggunakan KLT menghasilkan 9 warna biopigmen. Hasil identifikasi biopigmen hasil pemurnian menggunakan sepektrofotometri sinar tampak menyarankan adanya ?-karoten (426, 452 dan 478 nm), feofitin (410, 503, 608, dan 666 nm), klorofil a (410, 430, 616, dan 662 nm), Lutein (424, 447, dan 475 nm), dan fukosantin (423, 446 dan 468,4 nm). Identifikasi biopigmen dengan spektrofotometri inframerah juga menunjukkan gugus-gugus fungsi yang sesuai pada struktur feofitin a, klorofil a, dan fukosantin. Sedangkan uji kemurnian menggunakan KLT 2 dimensi menunjukkan hanya biopigmen yang diprediksi sebagai fukosantin yang merupakan biopigmen murni.