Article Details

SINTESIS ZEOLIT A DARI ABU TERBANG BATUBARA UNTUK PENYINGKIRAN LOGAM TEMBAGA DALAM LARUTAN

Oleh   Tifa Paramitha [23016007]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Dwiwahju Sasongko, M.Sc., Ph.D.;Winny Wulandari, S.T., Ph.D.;Jenny Rizkiana, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTI - Teknik Kimia
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek :
Sumber :
Staf Input/Edit : Budi Cahyadi  
File : 7 file
Tanggal Input : 2019-01-08 15:23:05

ABSTRAK SINTESIS ZEOLIT A DARI ABU TERBANG BATUBARA UNTUK PENYINGKIRAN LOGAM TEMBAGA DALAM LARUTAN Oleh Tifa Paramitha NIM: 23016007 (Program Studi Magister Teknik Kimia) Batubara merupakan sumber energi fosil yang melimpah di Indonesia. Di sisi lain, pembakaran batubara menghasilkan abu terbang batubara sebagai hasil samping. Abu terbang batubara yang tidak termanfaatkan akan menimbulkan masalah lingkungan. Abu terbang batubara mengandung komponen SiO2 dan Al2O3. Adapun komponen tersebut merupakan komponen dasar dalam pembentukan zeolit. Pemanfaatan abu terbang batubara menjadi zeolit merupakan alternatif yang potensial dalam mengurangi masalah pembuangan abu terbang batubara dalam jumlah yang besar. Zeolit merupakan material dengan kerangka aluminosilikat yang terbentuk dari jaringan tiga dimensi [AlO4]4- dan [SiO4]5- tetrahedral yang dihubungkan satu sama lain dengan berbagi atom oksigen. Zeolit A merupakan zeolit yang mempunyai luas permukaan dan kapasitas tukar kation yang tinggi sehingga cocok digunakan dalam penyingkiran ion logam. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kondisi optimum dalam mengonversi abu terbang batubara menjadi zeolit A. Selanjutnya, zeolit A diuji performansinya dalam penyingkiran ion logam Cu2+. Sebelum digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis zeolit A, proses perlakuan awal abu terbang batubara dengan larutan asam klorida dilakukan untuk mengurangi kandungan besi dan kalsium. Metode yang digunakan dalam sintesis zeolit A adalah metode fusi alkali hidrotermal. Hasil XRD menunjukkan bahwa produk zeolit memiliki kesesuaian dengan struktur kristal zeolit A dan diperoleh bahwa kondisi optimum untuk mensintesis zeolit A adalah rasio molar Si/Al 0,75; waktu hidrotermal 1 jam; dan rasio air/abu terbang batubara 15 ml/g. Kondisi optimum juga dapat diindikasikan dari kapasitas tukar kation yang cukup tinggi sekitar 5,14 meq/g dan luas permukaan spesifik 37,121 m2/g. Dengan metode batch, zeolit A relatif murni tanpa hidroksisodalit diuji performansinya dalam penyingkiran ion logam Cu2+ pada larutan artificial. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa zeolit A mempunyai kapasitas penyingkiran ion logam Cu2+ sebesar 76,49 mg/g. Data penyingkiran ion logam Cu2+ terhadap waktu kontak sesuai dengan model kinetika orde dua semu.