Article Details

Makna Material Kayu Jati Pada Omah Srotongan Sedulur Sikep Bojonegoro (Studi Kasus: Rumah Ketua Adat)MAKNA MATERIAL KAYU JATI PADA OMAH SROTONGAN SEDULUR SIKEP BOJONEGORO STUDI KASUS: RUMAH KETUA ADAT

Oleh   Bima Bagus Narendra (NIM: 27116019)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Andriyanto Wibisono S.Sn., M.Sn. Dr. Ruly Darmawan S.Sn., M.Sn.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FSRD- Desain
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : Sedulur Sikep, Kayu Jati, Srotongan
Sumber :
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 2018-10-04 08:33:35

Generic placeholder image

BIMA BAGUS 27116019.pdf

Akses : PUBLIC


Sedulur Sikep kumpulan masyarakat yang dibentuk oleh Samin Soerosentiko di tahun 1890 masa pemerintahan kolonial Belanda. Sedulur Sikep dibentuk sebagai bentuk resistensi yang dipelopori oleh Samin. Dalam masyarakat Sedulur Sikep, Samin mendirikan ajaran khusus yang dinamakan Ajaran Agama Adam. Ajaran ini memuat tentang nilai kejujuran, solidaritas dan empati antar sesama. Masyarakat Sedulur Sikep bermukim di dalam hutan kayu jati. Awal mula terbentuknya Sedulur Sikep di daerah Jawa Tengah hingga tersebar ke Bojonegoro. Jenis rumah tinggal pada permukiman Sedulur Sikep adalah rumah kayu. Jenis rumah tersebut termasuk ke dalam golongan Omah Kampung Srotongan yang merupakan salah satu bangunan tradisional Jawa. Asumsi penelitiannya Omah Srotongan Sedulur Sikep menggunakan material kayu jati. Hal ini mungkin dikarenakan pengaruh lingkungan hutan kayu jati. Sehingga munculnya pertanyaan tentang pemaknaan masyarakat Sedulur Sikep terhadap pemakaian kayu jati pada Omah Srotongan-nya. Munculnya pertanyaan ini sekaligus menjadi batasan masalah dan yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu makna material kayu jati pada Omah Srotongan Sedulur Sikep Bojonegoro. Guna memahami makna kayu jati bagi Sedulur Sikep yang di terapkan pada bangunan Omah Srotongan maka penelitian ini meninjau dari segi historiografi dan struktur masyarakat Sedulur Sikep. Kemudian dilakukan studi komparasi tentang fenomena yang terjadi pada Sedulur Sikep dengan pembanding lingkungan bermukim di budaya Jawa. Dalam rangka mengetahui makna kayu jati dalam budaya bermukim Jawa maka dilakukan studi mengenai kosmologi budaya bermukim Jawa, struktur masyarakat budaya Jawa dan tipologi bangunan tradisional Jawa. Itu semua dibandingkan secara langsung dengan yang ada di budaya bermukim masyarakat Sedulur Sikep. Jadi perbandingan antara makna kayu jati pada Omah Srotongan Sedulur Sikep dapat dilacak dan sama bobotnya ketika dilakukan analisa. Pada umumnya masyarakat Sedulur Sikep merupakan masyarakat golongan bawah. Hal ini ditinjau dari struktur masyarakatnya yang dihubungkan dengan tipologi bangunan pada permukimannya. Masyarakat Sedulur Sikep tinggal di dalam hutan untuk mengisolasi diri dari pengaruh dunia luar. Pemanfaatan kayu jati ini disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan yang tidak ada batasannya. Hal ini menjadi penegasan bahwa Sedulur Sikep merupakan masyarakat yang egosentris. Kecenderungan pemakaian kayu jati pada Omah Srotongan Sedulur Sikep merupakan pengembangan sistem pemaknaan masyarakat tersebut. Pengembangannya berupa dari sesuatu yang bersifat ekosistem lingkungan menjadi sesuatu yang meliki nilai kepercayaan.