Abstrak - Josephine Nugroho
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Kontaminasi silang mikroba melalui permukaan kontak stainless steel pada peralatan pemrosesan merupakan tantangan higienitas penting di industri susu bubuk yang menerapkan kondisi proses kering. Meskipun studi mengenai ketahanan Escherichia coli, kontaminasi silang, dan metode sanitasi telah dilakukan secara terpisah, kajian integratif dalam satu rangkaian penelitian masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi viabilitas E. coli selama desikasi 0 jam, 1 jam, dan 4,5 jam pada permukaan stainless steel AISI 304, kontaminasi silangnya ke skim milk powder (SMP), serta efektivitas metode dry wiping, wet wiping, dan pra-perlakuan UV-C 254 nm dalam mereduksi bakteri pada permukaan tersebut, menggunakan plate count. Uji kontaminasi dilakukan dengan kontak 15 detik dan 15 menit. UV-C diberikan selama 30 menit, dan wet wiping menggunakan larutan berbasis QAC. Hasil menunjukkan bahwa rerata jumlah E. coli yang masih dapat dikultur pada permukaan stainless steel berada pada kisaran log 5,287–5,410 CFU/cm² selama periode desikasi dan tidak berbeda signifikan. Pada durasi kontak 15 detik, E. coli tetap tertransfer ke skim milk powder (SMP) setelah desikasi hingga 4,5 jam dengan jumlah sekitar ±6–7 log CFU/sampel SMP, sedangkan pada durasi kontak 15 menit E. coli hanya terdeteksi pada waktu desikasi 0 jam. Wet wiping menghasilkan log reduction yang lebih tinggi dibandingkan dry wiping (6,57 ± 0,88 vs. 3,77 ± 0,44 log CFU/cm². Pra-perlakuan UV-C menunjukkan kecenderungan meningkatkan log reduction pada kedua metode wiping, namun tidak memberikan perbedaan yang signifikan.
Perpustakaan Digital ITB