Generative AI, akrab disebut GenAI, adalah kumpulan algoritma yang dapat dipakai untuk mengembangkan berbagai konten “baru” seperti suara, kode, gambar, teks, simulasi, dan video. Teknologi tersebut ramai dipakai, terutama oleh mahasiswa. Mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) sering menggunakan GenAI, baik untuk menulis, membuat gambar, maupun belajar. Namun, mahasiswa ITB tidak luput dari penyalahgunaan GenAI untuk melakukan kecurangan akademik. Permasalahan tersebut menjadi kekhawatiran dosen karena dapat berdampak kepada pemikiran kritis, kreativitas, dan integritas akademik mahasiswa.
Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi penyalahgunaan GenAI di lingkungan akademik pada mahasiswa ITB dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Model disusun menggunakan modifikasi model theory of planned behavior (TPB) yang mengandung 10 konstruk, yaitu attitude, perceived behavioral control, subjective norm, moral obligation, information literacy, AI ethics, performance expectancy, behavioral intention, justification, dan GenAI misuse for academic dishonesty. Sebanyak 222 data dikumpulkan melalui kuesioner dan diolah menggunakan pendekatan kuantitatif partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM).
Hasil penelitian menemukan bahwa AI ethics berpengaruh signifikan negatif kepada attitude sementara performance expectancy dieliminasi karena tidak memenuhi kriteria. Attitude, perceived behavioral control, dan subjective norm memiliki pengaruh signifikan positif kepada behavioral intention sementara moral obligation dan information literacy berpengaruh signifikan negatif kepada behavioral intention. Pada justifiction, subjective norm berpengaruh signifikan positif sementara moral obligation berpengaruh signifikan negatif. Subjective norm dan moral obligation merupakan dua prediktor terkuat pada behavioral intention dan justification. Terakhir, behavioral intention dan justification memiliki pengaruh signifikan positif kepada GenAI misuse for academic dishonesty, dengan behavioral intention merupakan prediktor terkuat. Dirancanglah empat solusi atas temuan tersebut, yaitu perbaikan proses pembelajaran di kelas, edukasi tentang penggunaan GenAI yang tepat di lingkungan akademik dalam bentuk seminar dan pelatihan, penggunaan dan pengembangan AI detector, dan media komunikasi visual tentang etika menggunakan GenAI yang tepat di lingkungan akademik. Usulan ini diharapkan dapat meminimasi penyalahgunaan GenAI di lingkungan akademik pada mahasiswa ITB.
Perpustakaan Digital ITB