Fenomena peningkatan infeksi bakteri dan resistensi terhadap terapi antibiotik konvensional
menjadi tantangan utama pada sektor kesehatan global. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya
penelusuran terhadap organisme alami yang berpotensi menghasilkan senyawa antimikroba baru,
salah satunya adalah cendawan endofit yang diketahui berpotensi mengandung berbagai senyawa
bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antimikroba kandungan kimia dari
hasil ekstrak dan fraksi cendawan endofit Dothideomycetes sp. GS2 terhadap Escherichia coli,
Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Biomassa dan media yang diperoleh diekstraksi
dengan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) dan Ekstraksi Cair-Cair (ECC) untuk
dilanjutkan pada uji aktivitas antimikroba. Uji dilakukan dengan penentuan Konsentrasi Hambat
Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) melalui metode mikrodilusi serta drop
test dengan hasil KHM ekstrak biomassa dan ekstrak media pada konsentrasi 1024 ?g/mL terhadap
bakteri S.aureus, serta KHM ekstrak biomassa pada konsentrasi 2048 ?g/mL terhadap jamur
C.albicans. Selanjutnya, kedua ekstrak difraksinasi dengan metode kromatografi radial. Fraksi FB1
dan FB2 ditemukan memiliki KHM pada konsentrasi 1024 ?g/mL, fraksi FB3 pada konsentrasi 2048
?g/mL, fraksi FB4 pada konsentrasi 512 ?g/mL, dan fraksi FB5 pada konsentrasi 256 ?g/mL terhadap
bakteri S.aureus. Pada jamur C.albicans, ditemukan KHM pada fraksi FB5 dan FM1 dengan
konsentrasi sebesar 1024 ?g/mL. Dilakukan subfraksinasi terhadap fraksi aktif serta dilanjutkan
pada identifikasi golongan senyawa dengan penampak bercak spesifik menghasilkan dugaan bahwa
fraksi mengandung senyawa golongan steroid/triterpenoid. Penelitian ini menunjukkan bahwa
cendawan endofit Dothideomycetes sp. GS2 diketahui memiliki kandungan kimia yang berpotensi
sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dieksplorasi.
Perpustakaan Digital ITB