digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Gunawan Muhammad Akbar
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Madden–Julian Oscillation (MJO) merupakan salah satu variabilitas atmosfer intramusiman yang dapat memodulasi siklus diurnal. Penelitian mengenai pengaruh MJO terhadap siklus diurnal selama ini lebih banyak berfokus pada curah hujan dan awan, sedangkan variasi diurnal temperatur secara vertikal, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan variasi diurnal temperatur troposfer antara kondisi MJO aktif dan tidak aktif di wilayah Indonesia. Data utama yang digunakan adalah profil temperatur dan kelembapan spesifik COSMIC-2 GNSS-RO periode 2022–2025. Wilayah penelitian dibagi menjadi tiga zona, yaitu Zona 1 (90°–110° BT), Zona 2 (110°–130° BT), dan Zona 3 (130°–150° BT). Klasifikasi MJO dilakukan menggunakan indeks RMM, dengan fase 3–4 dan amplitudo >1 dikategorikan sebagai MJO aktif, sedangkan amplitudo ?1 dikategorikan sebagai MJO tidak aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama MJO aktif, anomali temperatur positif mendominasi troposfer menengah hingga atas dan berlangsung hampir sepanjang hari, dengan penguatan terutama pada siang hingga malam hari. Di lapisan atasnya, terbentuk anomali temperature negatif. Sebaliknya, pada MJO tidak aktif, variasi diurnal temperatur lebih jelas. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas MJO berkaitan dengan perubahan magnitudo, struktur vertikal, dan karakteristik diurnal temperatur serta kelembapan atmosfer di wilayah Indonesia.