Madden–Julian Oscillation (MJO) merupakan salah satu variabilitas atmosfer
intramusiman yang dapat memodulasi siklus diurnal. Penelitian mengenai pengaruh
MJO terhadap siklus diurnal selama ini lebih banyak berfokus pada curah hujan dan
awan, sedangkan variasi diurnal temperatur secara vertikal, masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan variasi diurnal temperatur
troposfer antara kondisi MJO aktif dan tidak aktif di wilayah Indonesia.
Data utama yang digunakan adalah profil temperatur dan kelembapan spesifik
COSMIC-2 GNSS-RO periode 2022–2025. Wilayah penelitian dibagi menjadi tiga
zona, yaitu Zona 1 (90°–110° BT), Zona 2 (110°–130° BT), dan Zona 3 (130°–150°
BT). Klasifikasi MJO dilakukan menggunakan indeks RMM, dengan fase 3–4 dan
amplitudo >1 dikategorikan sebagai MJO aktif, sedangkan amplitudo ?1
dikategorikan sebagai MJO tidak aktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama MJO aktif, anomali temperatur positif
mendominasi troposfer menengah hingga atas dan berlangsung hampir sepanjang
hari, dengan penguatan terutama pada siang hingga malam hari. Di lapisan atasnya,
terbentuk anomali temperature negatif. Sebaliknya, pada MJO tidak aktif, variasi
diurnal temperatur lebih jelas. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas MJO
berkaitan dengan perubahan magnitudo, struktur vertikal, dan karakteristik diurnal
temperatur serta kelembapan atmosfer di wilayah Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB