Kualitas hidup perkotaan menjadi isu penting dalam perencanaan kota, seiring
meningkatnya kompleksitas permasalahan perkotaan dan tuntutan masyarakat
terhadap lingkungan hidup yang layak dan berkelanjutan. Kualitas hidup tidak
hanya ditentukan oleh indikator objektif perkotaan (livability), tetapi juga oleh
kesejahteraan subjektif masyarakat yang tercermin melalui tingkat kebahagiaan.
Kota Surakarta dikenal memiliki capaian kualitas perkotaan yang relatif baik,
namun kajian yang mengintegrasikan livability dan kebahagiaan masyarakat pada
skala intra-kota masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas hidup perkotaan di Kota Surakarta
melalui pengukuran tingkat kebahagiaan subjektif masyarakat serta penelaahan
keterkaitannya dengan kondisi livability kota. Pendekatan penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan dukungan analisis spasial. Pengukuran
kebahagiaan dilakukan menggunakan kerangka Indeks Kebahagiaan Badan Pusat
Statistik (BPS) yang mencakup dimensi kepuasan hidup, perasaan (affective), dan
makna hidup (eudaimonia), berdasarkan data survei kuesioner masyarakat.
Sementara itu, livability dianalisis menggunakan kerangka Most Livable City Index
(MLCI) sebagai representasi kondisi objektif perkotaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan masyarakat Kota
Surakarta berada pada kategori tinggi dan melampaui rata-rata nasional, meskipun
terdapat variasi spasial antar kecamatan. Kota Surakarta juga diklasifikasikan
sebagai kota dengan livability dan kebahagiaan tinggi. Temuan ini menunjukkan
adanya keterkaitan antara kualitas lingkungan perkotaan dan kesejahteraan
subjektif masyarakat, serta menegaskan pentingnya pemerataan kualitas hidup
dalam perencanaan kota.
Perpustakaan Digital ITB