digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kualitas hidup perkotaan menjadi isu penting dalam perencanaan kota, seiring meningkatnya kompleksitas permasalahan perkotaan dan tuntutan masyarakat terhadap lingkungan hidup yang layak dan berkelanjutan. Kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh indikator objektif perkotaan (livability), tetapi juga oleh kesejahteraan subjektif masyarakat yang tercermin melalui tingkat kebahagiaan. Kota Surakarta dikenal memiliki capaian kualitas perkotaan yang relatif baik, namun kajian yang mengintegrasikan livability dan kebahagiaan masyarakat pada skala intra-kota masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas hidup perkotaan di Kota Surakarta melalui pengukuran tingkat kebahagiaan subjektif masyarakat serta penelaahan keterkaitannya dengan kondisi livability kota. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan dukungan analisis spasial. Pengukuran kebahagiaan dilakukan menggunakan kerangka Indeks Kebahagiaan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencakup dimensi kepuasan hidup, perasaan (affective), dan makna hidup (eudaimonia), berdasarkan data survei kuesioner masyarakat. Sementara itu, livability dianalisis menggunakan kerangka Most Livable City Index (MLCI) sebagai representasi kondisi objektif perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan masyarakat Kota Surakarta berada pada kategori tinggi dan melampaui rata-rata nasional, meskipun terdapat variasi spasial antar kecamatan. Kota Surakarta juga diklasifikasikan sebagai kota dengan livability dan kebahagiaan tinggi. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara kualitas lingkungan perkotaan dan kesejahteraan subjektif masyarakat, serta menegaskan pentingnya pemerataan kualitas hidup dalam perencanaan kota.