Tanah ekspansif mengalami perubahan volume akibat perubahan kadar air sehingga
dapat mengganggu konstruksi. Stabilisasi diperlukan untuk memperbaiki
karakteristik tanah, salah satunya menggunakan abu cangkang kelapa sawit atau
Palm Oil Fuel Ash (POFA). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Nano-
POFA dalam menstabilisasi tanah ekspansif dan membandingkannya dengan
POFA berdasarkan karakteristik pemadatan, kekuatan, daya dukung, dan
pengembangan dengan pemeraman hingga 21 hari.
Tanah penelitian berasal dari Tol Jakarta–Cikampek Selatan II STA 28,
Sukabungah. POFA difabrikasi menggunakan high-energy mechanical milling dan
menghasilkan ukuran partikel rata-rata 474,6 nm berdasarkan Particle Size
Analyzer (PSA). Stabilisasi dilakukan dengan penambahan Nano-POFA 5%
terhadap berat kering tanah.
Hasil menunjukkan Nano-POFA 5% lebih efektif dibandingkan POFA dalam
meningkatkan kekuatan dan daya dukung serta mengurangi pengembangan tanah.
UCS optimum mencapai 552 kPa pada pemeraman 21 hari, meningkat 125%
dibandingkan tanah asli. CBR unsoaked dan soaked masing-masing mencapai
14,78% dan 5,37%, dengan peningkatan sebesar 67% dan 393%. Swelling pressure
dan swelling potential menurun masing-masing sebesar 86% dan 81%, sedangkan
nilai Methylene Blue Value (MBV) menurun sekitar 28%. Dengan demikian, Nano-
POFA 5% berpotensi digunakan sebagai material stabilisasi tanah ekspansif.
Perpustakaan Digital ITB