Baja perkakas X38CrMo16 telah digunakan sebagai material cetakan injeksi plastik
yang digunakan untuk komponen plastik yang membutuhkan surface finish yang
baik serta memiliki ketahanan korosif dan abrasif. Selain itu, X38CrMo16 memiliki
kadar karbon di kisaran 0,30% - 0,40% yang serupa dengan baja performa tinggi
seperti AISI 4130 dan 32CrMoV12-10 yang digunakan untuk komponen performa
tinggi seperti laras senjata, bejana bertekanan, dan komponen struktural yang
membutuhkan kekuatan tinggi lainnya. Baja X38CrMo16 umumnya digunakan
pada kekerasan 30 HRC yang mampu diperkeras hingga 49 HRC menggunakan
perlakuan panas konvensional seperti austenitisasi dan penemperan dengan
mengorbankan ketangguhan. Belakangan ini, telah muncul metode perlakuan panas
yang mampu meningkatkan kekuatan dan ketangguhan secara simultan.
Perlakuan panas singkat yang meliputi austenitisasi singkat dan penemperan
singkat diketahui mampu menghasilkan baja dengan mikrostruktur halus yang
disertai peningkatan simultan dari kekuatan dan ketangguhan secara simultan, suatu
kualitas langka untuk perlakuan panas. Hingga kini, baru ada satu penelitian yang
meneliti pengaruh pemaparan panas singkat kepada baja yang serupa (AISI 420)
terkait pemaparan panas akibat pengelasan pada turbin uap. Oleh karena itu,
dilakukan penelitian untuk menginvestigasi transformasi fasa pada mikrostruktur
X38CrMo16 terhadap pengaruh austenitisasi singkat dan penemperan singkat.
Serta, menginvestigasi respons perubahan sifat mekanik kekerasan dan
ketangguhan dari aplikasi perlakuan panas tersebut.
Studi literatur menunjukkan bahwa austenitisasi singkat dan penemperan singkat
secara konsisten menghasilkan peningkatan kekuatan dan ketangguhan secara
simultan. Hal ini umumnya disebabkan oleh mikrostruktur yang diperhalus,
kompleks, dan heterogen. Tinjauan fundamental dari radius inti kritis, driving force
termodinamis, dan pertumbuhan butiran menunjukkan bahwa penghalusan fitur
mikrostruktural itu memungkinkan dari segi faktor suhu perlakuan tinggi dan waktu
perlakuan yang rendah. Mekanisme peningkatan simultan dari ketangguhan dan
kekuatan ditemukan berkaitan erat dengan penghalusan butiran dari persamaan
Hall-Petch dan Cotrell-Petch. Selebihnya, penghalusan karbida dapat memberikan
efek yang sama melalui turunnya jarak antar partikel berdasarkan penguatan
Orowan dan menurunnya ukuran crack-like defect melalui linear elastic fracture
mechanics.
Penelitian dilakukan menggunakan baja X38CrMo16 yang didapatkan secara
komersial yang dipotong menjadi sampel subsized-Charpy 5 mm x 10 mm yang
kemudian akan dipanaskan pada tanur induksi dengan lilitan 12 mm x 8 mm.
Perlakuan panas austenitisasi singkat dilakukan dengan variasi daya: 4, 6, dan 7,38
kW; variasi waktu pemanasan: 10, 22, dan 30 detik. Perlakuan panas penemperan
singkat dilakukan secara ganda dengan daya 2 kW pada variasi waktu pemanasan:
4, 8, dan 12 detik. Pendinginan cepat dilakukan menggunakan air kecuali pada satu
variasi 30 detik di 6 kW yang menggunakan pendinginan udara. Variasi yang
dilakukan meliputi kondisi as quenched, as quenched tempered, dan as cyclic
quenched tempered. Pengujian sifat mekanik dilakukan dengan pengujian
kekerasan Vickers dan impak Charpy pada kondisi unnotched dan notched.
Preparasi untuk pengamatan metalografi dilakukan dengan pengamplasan dan
pemolesan hingga didapatkan mirror-like finish yang kemudian dietsa dengan dua
larutan, yaitu etsa A: 1 g asam pikrat, 5 mL HCl, dan 95 mL alkohol; dan etsa B 2,3
g asam pikrat, 17 mL HCl, dan 83 mL alkohol. Pengamatan metalografi meliputi
penggunan mikroskop optik dan mikroskop elektron JEOL JCM-7000 untuk
pengamatan resolusi sedang, analisis komposisi kimia, dan pemetaan unsur. Serta,
Field emission scanning electron microscope Thermo Fisher Apreo 2C digunakan
untuk pengamatan resolusi tinggi (10.000-20.000x). Pengamatan fraktografi
dilakukan hanya menggunakan JEOL JCM-7000 di perbesaran kecil 27-30x dan
perbesaran sedang 100-3.000x.
Penelitian menemukan bahwa austenitisasi singkat dapat memperhalus ukuran
butiran dari 25 ± 4 ?m pada variasi as received menjadi 9 ± 2 ?m pada variasi waktu
pemanasan 10 detik di 7,38 kW. Ditemukan bahwa batas bawah dari austenitisasi
singkat adalah kurangnya pelarutan karbida sebagai akibat dari rendahnya daya dan
waktu pemanasan. Batas atas dari austenitisasi singkat berupa munculnya fasa delta
ferit sebagai akibat dari efek pemerkayaan kromium lokal dari proses pelarutan
karbida primer akibat terlalu tingginya daya dan waktu pemanasan. Penemperan
singkat ditemukan mempresipitasi berbagai jenis karbida hingga karbida nano dan
secara progresif melarutkan substruktur blok martensit rounded. Kombinasi dari
austenitisasi singkat dan penememperan singkat ditemukan mampu menghasilkan
dua variasi unggul: 10 detik di 7,38 kW dan di temper dua kali pada 8 detik di 2
kW yang menghasilkan kekerasan 523 HV dengan ketangguhan impak 8,5 J/cm2,
dan 22 detik di 6 kW dan di temper dua kali pada 12 detik di 2 kW yang
menghasilkan kekerasan 474 HV dan ketangguhan impak 53,3 J/cm2. Ketangguhan
tinggi dari variasi kedua ditemukan diakibatkan oleh mekanisme patahan campuran
yang disertai retakan sekunder divider-type yang berjumlah banyak. Baja
X38CrMo16 menunjukkan respons berupa peningkatan sifat mekanik yang positif
dan mikrostruktur yang bervariasi terhadap aplikasi perlakuan panas singkat.
Perpustakaan Digital ITB