digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sistem pengolahan air farmasi merupakan utilitas kritis yang harus mampu menghasilkan air dengan kualitas yang konsisten sesuai dengan persyaratan regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tingkat teknologi water treatment plant (WTP) terhadap performa sistem serta mengidentifikasi faktor teknologi yang paling berpengaruh terhadap kualitas air di PT. BX. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif-retrospektif dengan memanfaatkan data historis operasional periode 2023–2025. Enam WTP diklasifikasikan berdasarkan skor teknologi yang disusun dari aspek umur sistem, monitoring capability, metode sanitasi, dan barrier system. Performa sistem dievaluasi menggunakan parameter total organic carbon (TOC), konduktivitas, serta frekuensi deviasi out of alert (OOA) dan out of specification (OOS). Analisis dilakukan menggunakan regresi linear dan analisis Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WTP dengan skor teknologi yang lebih tinggi secara konsisten memiliki frekuensi deviasi yang lebih rendah. Monitoring capability dan metode sanitasi teridentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap performa sistem, sedangkan barrier system menunjukkan pengaruh yang relatif kecil pada sebagian besar model yang dianalisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan performa WTP lebih erat terkait dengan efektivitas strategi monitoring dan sanitasi dibandingkan dengan kompleksitas sistem pengolahan. Oleh karena itu, kedua aspek tersebut dapat menjadi prioritas dalam upaya modernisasi sistem yang efektif dan efisien khususnya di PT. BX.