Sistem pengolahan air farmasi merupakan utilitas kritis yang harus mampu
menghasilkan air dengan kualitas yang konsisten sesuai dengan persyaratan
regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tingkat teknologi
water treatment plant (WTP) terhadap performa sistem serta mengidentifikasi
faktor teknologi yang paling berpengaruh terhadap kualitas air di PT. BX.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif-retrospektif dengan
memanfaatkan data historis operasional periode 2023–2025. Enam WTP
diklasifikasikan berdasarkan skor teknologi yang disusun dari aspek umur sistem,
monitoring capability, metode sanitasi, dan barrier system. Performa sistem
dievaluasi menggunakan parameter total organic carbon (TOC), konduktivitas,
serta frekuensi deviasi out of alert (OOA) dan out of specification (OOS). Analisis
dilakukan menggunakan regresi linear dan analisis Pareto. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa WTP dengan skor teknologi yang lebih tinggi secara konsisten
memiliki frekuensi deviasi yang lebih rendah. Monitoring capability dan metode
sanitasi teridentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap performa
sistem, sedangkan barrier system menunjukkan pengaruh yang relatif kecil pada
sebagian besar model yang dianalisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
peningkatan performa WTP lebih erat terkait dengan efektivitas strategi monitoring
dan sanitasi dibandingkan dengan kompleksitas sistem pengolahan. Oleh karena itu,
kedua aspek tersebut dapat menjadi prioritas dalam upaya modernisasi sistem yang
efektif dan efisien khususnya di PT. BX.
Perpustakaan Digital ITB