ABSTRAK Adista Rajaby Putri
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Sumatra merupakan wilayah tektonik kompleks dengan tingkat kerawanan gempa tinggi akibat interaksi konvergensi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kompleksitas zona subduksi aktif dan sistem Sesar Sumatra menuntut pemetaan bahaya seismik yang akurat untuk mendukung mitigasi bencana dan standar infrastruktur tahan gempa. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah ketidakpastian dalam estimasi guncangan tanah akibat variasi karakteristik sumber gempa dan keterbatasan kualitas data katalog gempa yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemetaan bahaya seismik di wilayah Sumatra melalui metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Tahapan penelitian dimulai dari pengolahan data katalog gempa dari berbagai agensi yang meliputi proses seleksi, relokasi hiposenter, homogenisasi magnitudo, hingga declustering untuk memperoleh data yang konsisten. Selanjutnya, dilakukan analisis parameter seismisitas melalui pemetaan distribusi hiposenter dan perhitungan nilai-b untuk memahami karakteristik aktivitas kegempaan. Analisis PSHA kemudian dilakukan dengan mengintegrasikan model sumber gempa aktif yang terdiri dari zona subduksi, sesar kerak dangkal, dan sumber latar belakang, serta penggunaan Ground Motion Prediction Equations (GMPEs) untuk mengestimasi intensitas guncangan. Hasil analisis PSHA secara spasial menunjukkan bahwa nilai PGA serta SA 0,2 detik dan 1,0 detik maksimum untuk PoE 10% dan 2% dalam 50 tahun secara berurutan mencapai 2 g, 4 g, dan 2 g. Berdasarkan evaluasi kurva bahaya seismik pada titik-titik sampel, tingkat guncangan tertinggi terkonsentrasi di sepanjang pesisir barat Sumatra yang didominasi oleh sumber gempa megathrust dan Sesar Sumatra.
Perpustakaan Digital ITB