digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Bakhtiar Azwani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Salah satu informasi penting pada citra magnetic resonance imaging (MRI) adalah fase, yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi spesifik dari jaringan maupun fenomena fisis tertentu. Namun, citra fase MRI dapat mengalami artefak aliasing akibat nilai fase yang terbatas dalam rentang tertentu, sehingga diperlukan proses unwrap fase. Berbagai metode proses unwrap sebelumnya umumnya memerlukan mask agar proses dapat dilakukan secara efisien. Salah satu algoritma modern, yaitu Rapid Opensource Minimum Spanning Tree (ROMEO), memiliki keunggulan karena dapat proses unwrap tanpa menggunakan mask. Meskipun demikian, pengaruh penggunaan mask terhadap kualitas citra hasil unwrap terutama pada variasi medan magnet utama ????0 dan waktu echo (TE), masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ????0 , TE, dan variasi metode masking terhadap kualitas citra fase MRI kepala manusia yang telah di-unwrap. Data yang digunakan berupa citra MRI multi-echo dalam domain gambar pada ????0 3T dan 7T. Proses unwrap dilakukan menggunakan tiga variasi metode masking, yaitu tanpa mask (no mask), mask yang dibuat secara otomatis (robust mask), dan mask yang dibuat secara manual (pre-mask). Untuk mengetahui kualitas, digunakan metode perbandingan citra Structural Similarity Index Measure (SSIM) untuk menilai kesamaan citra yang telah di-unwrap dengan referensi ground truth. Nilai komponen dari SSIM luminans, kontras, dan struktur juga dianalisis untuk mengetahui pengaruh masking terhadap karakteristik kesamaan citra. Hasil penelitian menunjukkan variasi ????0 memengaruhi nilai SSIM, dengan kecenderungan penurunan nilai SSIM citra pada ????0 yang lebih tinggi. Penggunaan mask memengaruhi kualitas citra yang telah di-unwrap. Hasil juga menunjukkan bahwa variasi TE memengaruhi nilai SSIM dengan pola yang bergantung pada nilai (????0) dan variasi masking yang digunakan. Pada citra 3T, nilai SSIM cenderung lebih tinggi pada TE rendah, sedangkan pada citra 7T nilai SSIM tertinggi diperoleh pada rentang TE rendah hingga menengah, bergantung pada variasi masking. Variasi metode masking memengaruhi nilai SSIM di mana variasi no mask menghasilkan citra yang paling berbeda terhadap ground truth, sedangkan premask memberikan hasil yang mirip dengan ground truth. Analisis komponen SSIM menunjukkan bahwa perbedaan masking memengaruhi apakah bagian luar kepala akan mengganggu nilai dan kesamaan fase hasil citra yang telah di-unwrap.