ABSTRAK Bakhtiar Azwani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Salah satu informasi penting pada citra magnetic resonance imaging (MRI) adalah
fase, yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi spesifik dari jaringan
maupun fenomena fisis tertentu. Namun, citra fase MRI dapat mengalami artefak
aliasing akibat nilai fase yang terbatas dalam rentang tertentu, sehingga diperlukan
proses unwrap fase. Berbagai metode proses unwrap sebelumnya umumnya
memerlukan mask agar proses dapat dilakukan secara efisien. Salah satu algoritma
modern, yaitu Rapid Opensource Minimum Spanning Tree (ROMEO), memiliki
keunggulan karena dapat proses unwrap tanpa menggunakan mask. Meskipun
demikian, pengaruh penggunaan mask terhadap kualitas citra hasil unwrap terutama
pada variasi medan magnet utama ????0 dan waktu echo (TE), masih perlu dievaluasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ????0 , TE, dan
variasi metode masking terhadap kualitas citra fase MRI kepala manusia yang telah
di-unwrap. Data yang digunakan berupa citra MRI multi-echo dalam domain
gambar pada ????0 3T dan 7T. Proses unwrap dilakukan menggunakan tiga variasi
metode masking, yaitu tanpa mask (no mask), mask yang dibuat secara otomatis
(robust mask), dan mask yang dibuat secara manual (pre-mask). Untuk mengetahui
kualitas, digunakan metode perbandingan citra Structural Similarity Index Measure
(SSIM) untuk menilai kesamaan citra yang telah di-unwrap dengan referensi
ground truth. Nilai komponen dari SSIM luminans, kontras, dan struktur juga
dianalisis untuk mengetahui pengaruh masking terhadap karakteristik kesamaan
citra.
Hasil penelitian menunjukkan variasi ????0 memengaruhi nilai SSIM, dengan
kecenderungan penurunan nilai SSIM citra pada ????0 yang lebih tinggi. Penggunaan
mask memengaruhi kualitas citra yang telah di-unwrap. Hasil juga menunjukkan
bahwa variasi TE memengaruhi nilai SSIM dengan pola yang bergantung pada nilai (????0) dan variasi masking yang digunakan. Pada citra 3T, nilai SSIM cenderung
lebih tinggi pada TE rendah, sedangkan pada citra 7T nilai SSIM tertinggi diperoleh
pada rentang TE rendah hingga menengah, bergantung pada variasi masking.
Variasi metode masking memengaruhi nilai SSIM di mana variasi no mask
menghasilkan citra yang paling berbeda terhadap ground truth, sedangkan premask memberikan hasil yang mirip dengan ground truth. Analisis komponen SSIM
menunjukkan bahwa perbedaan masking memengaruhi apakah bagian luar kepala
akan mengganggu nilai dan kesamaan fase hasil citra yang telah di-unwrap.
Perpustakaan Digital ITB